Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
BOGOR -Drama penegakan hukum kembali mewarnai berita hari ini dengan tertangkapnya Yusup Sulaeman, seorang pria yang mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan melakukan pemerasan terhadap pegawai Pemerintah Kabupaten Bogor. Penangkapan ini mengungkap modus penipuan yang menggegerkan masyarakat dan menimbulkan tanda tanya besar terkait integritas aparat penegak hukum.
Pura-Pura Pegawai KPK, Yusup Beraksi di Bogor
Yusup Sulaeman ditangkap di kawasan Bogor pada Kamis (25/7/2024) setelah KPK menerima laporan mengenai pemerasan yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas KPK. Menurut informasi yang diperoleh, Yusup memanfaatkan identitasnya sebagai pegawai KPK gadungan untuk menekan dan meminta sejumlah uang dari pegawai Pemkab Bogor.
“Setelah mendapatkan informasi mengenai pemerasan ini, kami langsung menerjunkan tim gabungan dari penyelidik, penyidik, dan inspektorat,” kata Tessa Mahardhika, juru bicara KPK. Tessa menjelaskan bahwa awalnya KPK menduga ada enam orang yang terlibat, namun setelah penyelidikan lebih lanjut, ternyata Yusup beroperasi seorang diri.
Barang Bukti yang Mengejutkan
Ketika Yusup diamankan, KPK menemukan barang bukti yang cukup mencengangkan, termasuk uang tunai senilai Rp 300 juta, satu unit iPhone, dan sebuah mobil mewah Porsche dengan pelat nomor B 1556 XD. Temuan ini mempertegas bahwa tindakan Yusup bukan hanya sebuah penipuan kecil-kecilan, melainkan sebuah aksi yang dirancang dengan matang.
“Yusup menggunakan rompi yang menyerupai rompi KPK sebagai bagian dari modus operasinya. Namun, kami belum menemukan bukti bahwa dia merupakan pegawai KPK atau bahwa ada keterlibatan pegawai KPK asli dalam kasus ini,” jelas Tessa.
Pemeriksaan Intensif dan Potensi Dugaan Korupsi
Setelah penangkapan, Yusup dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa secara intensif. Pemeriksaan berlangsung hingga tengah malam, dan Yusup dikenakan borgol saat meninggalkan gedung. Selanjutnya, ia dibawa ke Mapolres Bogor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dalam pengakuannya, Yusup sempat memberikan pernyataan yang mengejutkan. Ia mengklaim bahwa ia mengetahui “dosa-dosa” pejabat dari e-katalog dan menyebutkan beberapa rincian terkait anggaran dan proyek. Namun, ia dengan tegas membantah niat untuk melakukan pemerasan, meskipun barang bukti yang ditemukan menunjukkan sebaliknya.
Langkah Selanjutnya dan Implikasi
KPK masih akan mendalami lebih lanjut mengenai kasus ini, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dan potensi adanya tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Bogor. “Jika ditemukan adanya indikasi ke arah tindak pidana korupsi, kami tidak akan ragu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Tessa.
Kasus ini menggugah perhatian publik mengenai bagaimana penipuan dan pemerasan bisa dilakukan dengan memanfaatkan nama besar institusi yang memiliki reputasi tinggi. KPK berkomitmen untuk menjaga integritas lembaga dan akan terus menyelidiki untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam kasus ini.
(N/014)
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
JAKARTA Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong semakin tingginya kebutuhan tenaga ahli di
PENDIDIKAN
SIBOLGA Kebakaran hebat melanda Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Api yang membakar kaw
PERISTIWA
MEDAN Polres Samosir mengamankan dua personelnya yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Kedua ang
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah Brigade Kartini AMPI (DPD BKA) Kota Binjai terus menjalankan kegiatan sosial melalui program Jumat Berkah.
NASIONAL
BATU BARA Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara mengungkap dugaan peredaran narkotika golongan II jenis Etomidate atau yang dikenal se
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PTPN I Regional 1 mengungkap dugaan aktivitas penambangan galian C ilegal yang diduga berkedok program cetak sawah di areal Hak Gu
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian menutup sementara operasional pasar malam yang berada di Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Lau Dendang, Kecamatan Per
PERISTIWA
SAMOSIR Dua anggota Polres Samosir diamankan setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Keduanya merupakan Aipda ES d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai aktivitas politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
POLITIK