Anggaran BGN Susut Rp39,62 Triliun, Nasib Program MBG Kini Dievaluasi
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan anggaran tahun 2026 telah mengalami pemangkasan sebanyak dua kali dengan total pengurang
EKONOMI
SOLO -Kasus BBM yang tercampur air kembali menghebohkan warganet setelah sebuah insiden dialami oleh pemilik mobil Honda HR-V di SPBU Pucangsawit, Solo.
Mobil tersebut mendadak mogok setelah mengisi BBM jenis Pertamax yang ternyata tercampur air.
Kejadian ini pertama kali dibagikan oleh akun Facebook John Arkha Budi di grup Info Cegatan Solo (ICS) pada Jumat, 7 Maret 2025 dan langsung viral di media sosial.
Kejadian berawal ketika Eka Kartika (36), istri dari pemilik mobil, dan suaminya hendak berangkat ke Yogyakarta pada Kamis, 6 Maret 2025.
Saat singgah di SPBU Pucangsawit, mereka mengisi Pertamax sebanyak Rp 300.000.
Tak lama setelah keluar dari SPBU, mobil mereka mulai menunjukkan gejala aneh, seperti brebet dan mesin yang tiba-tiba mati total di tengah jalan.
Setelah diperiksa oleh teknisi Honda Solo Baru, ternyata BBM dalam tangki mobil mereka tercampur air.
Merasa dirugikan, Eka dan suaminya langsung mengunjungi SPBU Pucangsawit dengan membawa sampel BBM bercampur air sebagai bukti dan meminta pertanggungjawaban.
SPBU akhirnya menyetujui untuk mengganti rugi biaya perbaikan sebesar Rp 723.000 serta biaya BBM sebesar Rp 300.000, sehingga total kompensasi mencapai Rp 1 juta.
Meski telah mendapat kompensasi, Eka tetap khawatir akan adanya dampak jangka panjang pada mobilnya akibat insiden tersebut.
"Walaupun sudah diganti rugi, saya tetap khawatir kalau mobil saya nanti mengalami kerusakan lain akibat BBM yang tercampur air ini," ujar Eka.
Setelah unggahan ini viral, pihak SPBU Pucangsawit menghubungi Eka dan meminta agar postingan tersebut dihapus.
Namun, Eka menolak permintaan tersebut, dengan alasan bahwa ia belum menerima klarifikasi resmi maupun permintaan maaf dari pihak SPBU.
Hingga berita ini ditulis, manajemen SPBU Pucangsawit belum memberikan tanggapan terkait kejadian ini.
Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tercampurnya BBM jenis Pertamax dengan air disebabkan oleh rembesan air hujan yang masuk ke dalam tangki penyimpanan BBM di SPBU tersebut.
Pihak Pertamina kini sedang melakukan pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui sumber rembesan air tersebut.
"Benar, kejadian ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan rembesan air dalam tangki penyimpanan. Saat ini kami sedang melakukan pengecekan untuk mencari tahu sumber air tersebut," jelas Taufiq.
(km/a)
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan anggaran tahun 2026 telah mengalami pemangkasan sebanyak dua kali dengan total pengurang
EKONOMI
MEDAN Seorang wanita bernama Titik Wulandari harus menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan setelah didakwa menggela
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, melantik sebanyak 9 (sembilan) pejabat administrator dan pengawas di ling
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Sumut untuk menjembatani aspi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah
NASIONAL
SEMARANG Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset milik Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (FAR), termasuk sebuah r
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan anggaran sebesar Rp2,2 triliun untuk mempercepat
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kondisi ketahanan pang
NASIONAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui masih terdapat kendala pasokan batu bara kalori menengah
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan akan segera dila
PEMERINTAHAN