Meski saat ini belum ada komunikasi formal dari federasi, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi prioritas utama dalam karier kepelatihannya.
Pernyataan itu disampaikan Shin dalam wawancara eksklusif bersama media Korea Selatan, Goalpost, di tengah spekulasi pencarian pelatih baru oleh PSSI usai pemecatan Patrick Kluivert.
"Kalau nanti ada tawaran, tentu saya akan pertimbangkan. Tapi prinsip saya, kalau ada tawaran yang baik, saya terbuka ke manapun," ujar Shin.
"Jujur saja, hati saya masih condong ke Indonesia. Bahkan jika negara lain menawarkan sesuatu yang sedikit lebih baik, tapi Indonesia datang dengan niat sungguh-sungguh, maka Indonesia akan tetap menjadi prioritas saya," tambahnya.
Meski pernyataan dukungan dan harapan dari publik Indonesia terus mengalir, Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi dengan pihak federasi.
"Tidak. Belum pernah ada telepon atau tawaran resmi sama sekali. Tidak sama sekali," tegasnya.
Selama masa kepemimpinannya, ia mencatat sejumlah pencapaian bersejarah, di antaranya: - Lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 (pertama kalinya dalam sejarah). - Membawa Timnas U-23 ke semifinal Piala Asia U-23 2024, pencapaian tertinggi tim usia muda Indonesia di level kontinental. - Peningkatan signifikan dalam peringkat FIFA dan performa tim nasional secara keseluruhan di berbagai ajang internasional.
Tak heran, sejumlah suara dari publik dan pengamat sepak bola nasional mendorong PSSI untuk kembali mengontrak Shin Tae-yong.
Salah satunya datang dari eks Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (Iwan Bule), yang menyatakan secara terbuka bahwa STY layak diberi kesempatan kedua.
"Kalau bisa, segera tunjuk Shin Tae-yong kembali. Beliau sudah sangat mengenal karakter pemain Indonesia dan telah membawa banyak perubahan positif," kata Iwan Bule dalam keterangannya baru-baru ini.
Di sisi lain, PSSI hingga kini belum mengonfirmasi jadwal pertandingan FIFA Matchday bulan depan, termasuk siapa yang akan mendampingi Timnas di laga internasional tersebut.
Situasi ini menimbulkan spekulasi bahwa federasi masih mempertimbangkan sejumlah nama, termasuk Frank De Boer dan Timur Kapadze, selain Shin Tae-yong.
Dengan belum adanya kepastian, publik sepak bola Tanah Air menantikan langkah konkret dari federasi untuk segera mengisi kekosongan kursi pelatih kepala, terutama jelang sejumlah agenda penting di kalender internasional tahun depan.*
(mi/a008)
Editor
: Adelia Syafitri
Shin Tae-yong Siap Kembali Latih Timnas Indonesia: “Hati Saya Masih di Skuad Garuda”