IHSG Turun ke Level 5.878 di Awal Perdagangan, Apa Penyebabnya?
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), melanjutkan tekanan yang terjadi pada sesi
EKONOMI
MEDAN –Keluarga Ade Nurul Fadillah (19), calon pramugari yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan di Medan, mendatangi Polda Sumatera Utara untuk mengikuti proses pemeriksaan dan menyerahkan sejumlah barang bukti. Hal ini disampaikan oleh Thomy Faisal Sitorus Pane, kuasa hukum keluarga korban, saat diwawancarai di Polda Sumut pada Rabu (30/10/2024).
“Hari ini kita dipanggil untuk menghadirkan saksi-saksi dari pihak keluarga. Ada orangtuanya dan kakak kandung korban,” ujar Thomy. Ia menjelaskan bahwa bukti yang diserahkan meliputi beberapa lembar foto, flashdisk berisi dokumentasi kondisi tubuh korban yang membiru, video, ponsel korban, dan surat kematian.
Salah satu bukti penting yang diungkapkan Thomy adalah video yang dibuat Ade sekitar dua jam sebelum kematiannya. Dalam video tersebut, Ade terlihat bahagia, menyanyi, dan mengungkapkan rasa sayangnya kepada pacarnya. “Makanya kita kaget, hanya beberapa jam setelah video itu dikirimkan, korban meninggal,” ungkapnya.
Keluarga Ade juga telah mengajukan permohonan kepada polisi untuk melakukan ekshumasi jenazah, meskipun waktu pelaksanaannya masih dalam proses penyelesaian. “Kami berharap, kasus ini dapat diungkap seterang mungkin,” tambah Thomy.
Ade meninggal dunia pada 1 Oktober 2024 saat menempuh pendidikan di kursus penerbangan Sumatera Flight Education, yang terletak di Komplek Citra Garden, Kota Medan. Keluarga menemukan sejumlah kejanggalan saat memandikan jenazah, termasuk lebam di leher yang diduga akibat cekikan, serta lebam di punggung dan rusuk. “Jari-jari tangan dan kaki juga biru. Dugaannya itu akibat adanya kekerasan,” ungkap Thomy.
Kasus kematian Ade telah dilaporkan ke Polda Sumut dengan nomor laporan STTLP/B/1507/X/2024/SPKT/Polda Sumatera Utara pada 23 Oktober 2024. Di sisi lain, pihak Sumatera Flight Education membantah tuduhan bahwa Ade meninggal akibat kekerasan di asrama. “Kami ini tempat pelatihan, bukan seperti tempat akademi yang lain,” kata Hendra Manatar Sihaloho, kuasa hukum institusi tersebut.
Hendra menjelaskan bahwa Ade telah menjalani pendidikan selama sekitar dua bulan dan dikenal sebagai orang yang baik di kalangan teman-temannya. “Kami berharap Polda Sumut segera memproses ekshumasi ini agar kasus ini terang benderang,” ujar Hendra. “Supaya tidak ada fitnah yang merugikan orang lain,” tambahnya.
Kasus ini telah menarik perhatian publik dan menjadi sorotan media, menimbulkan berbagai spekulasi terkait penyebab kematian Ade. Keluarga berharap agar penyelidikan dilakukan secara transparan untuk menemukan kejelasan dan keadilan bagi korban.
(N/014)
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), melanjutkan tekanan yang terjadi pada sesi
EKONOMI
JAKARTA Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan nasional terpantau mulai melandai pada awal Juni 2026. Namun, tren penurunan tersebut belum mera
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung membuka kemungkinan penambahan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergi
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehM. Harry Mulya ZeinKASUS yang tengah menyeret pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak semestinya hanya dibaca sebagai persoalan hukum
OPINI
JAKARTA Bulan Muharram kembali menjadi penanda awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Selain termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dala
AGAMA
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 2026 kembali menjadi salah satu skema pembiayaan yang banyak diminati pelaku Usaha Mikro,
EKONOMI
JAKARTA Pasar ponsel pintar Samsung di Indonesia kembali bergerak dinamis memasuki pertengahan 2026. Sejumlah lini Galaxy, mulai dari ke
SAINS DAN TEKNOLOGI
TABANAN Pemerintah Kabupaten Tabanan menekankan pentingnya peran operator desa dalam memperkuat publikasi pembangunan berbasis data desa
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumut untuk mempercepat pelaksa
PEMERINTAHAN