Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurutnya, banyak pihak sebenarnya tidak setuju dengan arah organisasi sepak bola dunia tersebut, namun tidak mengambil tindakan.
"Akhir-akhir ini di Amerika saya mendengar begitu banyak orang menentang Infantino, yang tidak setuju dengan apa yang dia lakukan. Mereka bersuara tapi tidak melakukan apa pun. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau terlibat, karena mereka yang tetap diam sangat menyadari kerusakan yang diderita sepakbola," tegasnya.
Tebas juga menyoroti posisi FIFA yang dianggap kehilangan pengaruh dalam beberapa keputusan selama Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penangguhan hukuman kartu merah Folarin Balogun yang disebut mendapat intervensi dari Gedung Putih.
Selain itu, keputusan terkait wasit asal Somalia Omar Artan yang dikabarkan mengalami kendala masuk ke Amerika Serikat turut menjadi bagian dari sorotan terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.
Kritik terhadap Infantino semakin berkembang seiring munculnya wacana perubahan format Piala Dunia 2030 dengan kemungkinan melibatkan hingga 64 negara peserta.
Rencana tersebut menuai pro dan kontra.
Pihak yang mengkritik menilai penambahan jumlah peserta berpotensi lebih banyak didorong oleh kepentingan komersial FIFA, termasuk peningkatan pendapatan dari hak siar, sponsor, dan penjualan tiket pertandingan.
Meski mendapat berbagai kritik, hingga kini belum ada tanda bahwa Gianni Infantino akan meninggalkan posisi Presiden FIFA yang telah ia pegang sejak 2016.* (d/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.