Produktivitas Tetap Terjaga, WFH Hanya Berlaku Satu Hari Seminggu
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan segera memberlakukan kebijakan work from home (WFH) setiap hari
EKONOMI
Oleh:Tundra Meliala
PENDAPATAN wartawan kini seperti tinta yang menipis di ujung pena. Sejak media cetak ditinggalkan pembaca dan berguguran satu per satu, banyak jurnalis senior—yang dulu terbiasa berlari mengejar berita dengan stamina penuh—kehabisan angin. Transisi ke era digital membawa gelombang perubahan besar. Bukan cuma berita yang berpindah ke layar gawai, tapi juga nasib ribuan wartawan yang menggantungkan hidup pada oplah dan iklan cetak.
Peralihan ke media online, yang semula diharap jadi penyelamat, ternyata tidak cukup kuat mengangkat ekonomi para jurnalis. Platform digital menjanjikan kecepatan dan jangkauan, tetapi sering gagal memberi kestabilan finansial. Gaji rendah, status kerja tak pasti, hingga beban kerja yang terus meningkat jadi wajah baru profesi wartawan masa kini.
Ironisnya, baik jurnalis muda yang sedang merintis maupun senior yang telah melintasi berbagai zaman sama-sama mengalami kesulitan. Salah satu indikator paling nyata: kesulitan memiliki rumah. Jika dulu wartawan bisa mencicil rumah dengan sepertiga gaji bulanan, kini bahkan lima kali lipat gaji pun tak cukup menutupi cicilan awal. Harga rumah melonjak, dan pendapatan wartawan tak kunjung menyesuaikan. "Ukuran cukup" dalam standar hidup wartawan masa kini nyaris tak menyentuh garis wajar.
Namun, di tengah langit yang tampak kelabu, muncul satu cahaya dari sudut tak terduga. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bergerak. Dengan ketukan pintu ke Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta komunikasi yang efektif via percakapan WhatsApp, PWI Pusat menggolkan sebuah inisiatif konkret: program rumah subsidi bagi wartawan. Bekerja sama dengan Kemen-PKP, BPS, Tapera, BTN, hingga Kemen-Komdigi, program ini menyasar para pekerja media berpenghasilan menengah ke bawah—bagian dari skema Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Kerja sama ini bukan sekadar wacana. Dari 1.000 rumah yang direncanakan, Pak Menteri PKP Maruarar Sirait menargetkan sebanyak 100 unit untuk wartawan di Bogor, Tambun, Bekasi, Karawang, Tangerang, dan Serang sudah serah terima kunci pada 6 Mei 2025. Skema pembayarannya ringan: cicilan tetap, bunga flat 5 persen per tahun sampai lunas, uang muka mulai dari 1 persen, bebas PPN dan BPHTB. Syaratnya pun terjangkau: penghasilan maksimal Rp 13–14 juta per bulan.
PWI menegaskan bahwa program ini bukan alat intervensi. Tidak ada barter independensi dengan subsidi. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk penghormatan terhadap profesi jurnalis yang menjadi pilar keempat demokrasi. Rumah layak bukan kemewahan—ia adalah hak dasar.
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan segera memberlakukan kebijakan work from home (WFH) setiap hari
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (27/3/2026) ditutup melemah 67,03 poin atau 0,94 persen ke level 7.097
EKONOMI
JAKARTA Polemik pengalihan status tahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah terus bergulir. Kuasa hukum man
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Meski bulan Ramadhan telah usai, semangat beribadah tidak boleh ikut sirna. Di bulan Syawal ini, umat Islam diimbau untuk ter
AGAMA
JAKARTA Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negar
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa keputusan strategis terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sek
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah belum mengambil kebijakan kenaikan harga
NASIONAL
JAKARTA PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penataan ka
NASIONAL
JAKARTA Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, meminta majelis hakim untuk membebaskannya dari seluruh dakwaan dalam kasus duga
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua bocah yang hanyut di aliran Sungai Silau, Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran
PERISTIWA