BREAKING NEWS
Jumat, 01 Mei 2026

Pertahanan Semesta Presiden Prabowo

Redaksi - Senin, 06 Oktober 2025 09:33 WIB
Pertahanan Semesta Presiden Prabowo
Presiden RI, Prabowo Subianto. (foto: presidenrepublikindonesia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Cerita di atas memperlihatkan kekuatan internasional bergeser dari dominasi sekutu, perlahan lahan menuju 'bipolar' kembali namun basisnya pragmatisme, bukan lagi ideologi. Uniknya, Amerika Serikat tidak lagi solid dengan sebagian sekutunya.

Amerika Serikat memusuhi sekutu terdekatnya seperti Inggris, Perancis, dan Kanada melalui kebijakan tarif dagang. Amerika Serikat juga ditinggalkan sekutunya ketika membela Israel, dengan mengakui keberadaan negara Palestina, sebagai solusi dua negara atas penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Pertahanan Kita
Dengan tatanan geopolitik di atas, bagaimana kita merumuskan pertahanan negara? Apakah kita cukup puas dengan penobatan sebagai kekuatan militer terkuat di ASEAN, dan peringkat 13 dunia oleh Global Firepower?

Jawabannya tentu bukan soal puas dan tidak puas. Tetapi yang kita perlukan menganalisis kembali, apakah sistem pertahanan, dan apakah jalan kita menuju Minimum Essential Force (MEF) sudah on the track?

Doktrin pertahanan yang diajukan oleh Presiden RI Prabowo tidak bergeser dari sistem pertahanan semesta. Sistem pertahanan semesta dirumuskan oleh Jenderal AH Nasution, dalam Bukunya Pokok Pokok Gerilya.

Sifat dari sistem pertahanan semesta melibatkan seluruh rakyat dan sumber daya nasional dalam membangun pertahanan. TNI dan Polri sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan utama, yang ditopang oleh partisipasi aktif rakyat terlatih dalam bela negara.

Doktrin ini masih sangat relevan, sebab dunia kini tidak hanya mengarah pada perang konvensional, tetapi juga ada perang politik, ekonomi, budaya dan cyber. Dalam perang non konvensional, TNI dan Polri tentu ada keterbatasan.

Oleh sebab itu, diperlukan dukungan rakyat terlatih, kaum profesional yang ahli di bidangnya masing masing, terintegrasi dengan kekuatan TNI dan Polri.

Walaupun medan perang mutakhir sudah multifront, tidak serta merta kekuatan pertahanan konvensional tidak diperlukan. Karena itu, MEF TNI diperlukan sebagai alat konfirmasi, apakah TNI sudah mampu memenuhi kebutuhan pokok minimum pertahanan yang ideal?

Untuk memenuhi MEF TNI, dibutuhkan dukungan pengembangan organisasi, kemampuan industri militer, dukungan anggaran, dan profesionalitas prajurit.

Dari sisi organisasi, sejak Presiden Prabowo menjadi Menteri Pertahanan, beliau telah membentuk enam Komando Daerah Militer baru, 14 Komando Daerah Angkatan Laut, tiga Komando Daerah Angkatan Udara, satu Komando Operasi Udara, enam grup Komando Pasukan Khusus, 20 Brigade Teritorial Pembangunan, satu Brigade Infanteri Marinir, satu Resimen Korps Pasukan Gerak Cepat, 100 Batalyon Teritorial. Pembangunan lima Batalyon Infanteri Marinir, dan lima Batalyon Komando Korps Pasukan Gerak Cepat.

Industri nasional yang menopang kebutuhan alat pertahanan (alutsista) juga berkembang. Kita telah memiliki PT PAL yang mampu membuat kapal perang, kita memiliki PT Pindad yang memproduksi tank, senapan tempur, dan artileri berat lainnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Batu Bara Hadiri Upacara HUT ke-80 TNI di Medan
Delapan Dekade Mengabdi, TNI Tetap Dicintai Rakyat
HUT ke-80 TNI: Bupati Simalungun Tekankan Sinergi TNI dan Pemda Demi Kesejahteraan Rakyat
ABK Kapal Asing Meninggal di Perairan Lampung, Lanal dan Basarnas Lakukan Evakuasi
Prajurit Lanal Lampung Ikuti Upacara HUT ke-80 TNI di Lapangan Korpri Bandar Lampung
Kodim 0410/KBL Sukses Gelar Upacara HUT ke-80 TNI di Bandar Lampung: TNI Rakyat, Indonesia Maju
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru