Praperadilan Ditolak, KPK Periksa Rudy Tanoe sebagai Tersangka Kasus Korupsi Bansos 2020
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) atau Ru
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh: Andra Dihat Putra, S.Kom
SETIAP era memiliki sumber kekuatan baru. Dulu kekuatan ekonomi ditentukan oleh siapa yang memiliki minyak. Namun kini peta dunia bergeser dan energi bersih menjadi kunci geopolitik abad ke-21.
Di tengah perubahan ini, energi nuklir kembali muncul sebagai sumber daya strategis, bukan hanya untuk listrik, tetapi juga untuk kedaulatan dan posisi global sebuah bangsa.Baca Juga:
Data terbaru menunjukkan bahwa pembangkitan listrik dari energi nuklir pada 2023 mencapai sekitar 2.602 terawatt-jam atau sekitar 9,15 persen dari total listrik dunia, dengan kapasitas global mencapai 374,7 gigawatt dari lebih dari 400 reaktor aktif.
International Energy Agency (IEA) memperkirakan kapasitas tersebut akan meningkat menjadi sekitar 647 gigawatt pada 2050. Ini menandakan kebangkitan nuklir sebagai bagian penting dari strategi dekarbonisasi dunia.
Pada 2024, energi bersih secara keseluruhan, termasuk nuklir, angin, surya, dan hidro, telah melampaui 40 persen dari total pembangkitan listrik global, memperlihatkan arah baru ekonomi dunia yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemandirian energi.
ENERGI DAN ARAH DUNIA
Perang di Ukraina, krisis gas di Eropa, dan kenaikan harga minyak dunia membuktikan bahwa energi tidak pernah netral. Ia selalu menjadi alat tawar-menawar politik.
Ketika pasokan energi terganggu, negara maju pun bisa kehilangan stabilitas.
Kini, negara-negara besar seperti Tiongkok dan Rusia memanfaatkan teknologi energi bersih, terutama nuklir, sebagai sarana memperluas pengaruh global.
Mereka tidak hanya mengekspor bahan bakar, tetapi juga menawarkan paket pembangunan reaktor, pembiayaan, dan kerja sama teknologi jangka panjang—menciptakan ketergantungan strategis di antara negara penerima.
Dalam peta baru ini, kemandirian energi menjadi bentuk kedaulatan baru. Negara yang mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri, akan lebih tahan terhadap gejolak ekonomi dan tekanan global. Sementara negara yang bergantung pada pasokan energi asing akan lebih rentan secara politik.
Dengan demikian, di abad ini, kekuasaan tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki minyak, tetapi oleh siapa yang menguasai teknologi energi bersih dan mampu menjamin keberlanjutan serta kemandirian energinya sendiri.
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) atau Ru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang tidak menerima gugatan praperadilan ke
NASIONAL
JAKARTA Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (yearonyear/yoy) mendapat apresiasi
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab banyaknya kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).Kami melihat beberapa sebab,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menjadi menteri paling tidak beruntung karena harus menghadapi berbagai t
EKONOMI
SEOUL Pemerintah Korea Selatan mengungkapkan Indonesia telah berupaya memfasilitasi pembicaraan antara Seoul dan Pyongyang. Namun, usulan
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan hukuman mati bagi pelaku korup
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap besaran uang dalam amplop yang diserahkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhard
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap mengucurkan suntikan dana bantuan sebesar Rp20,5 triliun kepada 490 pemerintah daerah (pemda)
EKONOMI
JAKARTA Hakim tunggal praperadilan pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, I Ketut Darpawan, menolak permohonan praperadilan jilid II
NASIONAL