Kasus Penyelundupan Sabu 1,9 Ton, Juru Mudi Kapal Sea Dragon Divonis 15 Tahun
BATAM Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada terdakwa Leo Candra Samosir, juru mudi kapa
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh:Junaidi Ibnurrahman.
BANJIR dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November ini bukan sekadar peristiwa alam, melainkan titik kulminasi dari kerusakan lingkungan yang telah berlangsung lama.
Bencana ini adalah cermin besar yang menampilkan wajah relasi kita dengan bumi—relasi yang retak, pincang, dan kehilangan keseimbangan.Baca Juga:
Curah hujan ekstrem mungkin menjadi sebab langsung, namun akar persoalannya jauh lebih dalam. Manusia telah menutup telinga dari pesan ekologis yang diberikan oleh alam itu sendiri.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor yang terjadi di tiga wilayah bagian barat Indonesia tersebut, telah menelan ratusan korban jiwa, puluhan orang hilang dan ribu orang terpaksa mengungsi.
Dalam pandangan seorang filsuf muslim sekaligus sufi terkemuka abad ke 12, Ibnu 'Arabi, alam adalah manifestasi dari tajalli Ilahi.
Setiap batu, sungai, tanah, pepohonan, dan gunung merupakan bentuk pernyataan Tuhan tentang keberadaan-Nya. Maka merusak alam berarti merusak "teks" yang sedang Tuhan bacakan kepada manusia.
Ketika hutan Aceh gundul, ketika aliran sungai di Sumatera Barat disempitkan demi pembangunan, atau ketika tanah Sumatera Utara kehilangan daya dukungnya akibat eksploitasi, yang rusak bukan hanya ekosistem melainkan keselarasan kosmik.
Bencana kemudian menjadi semacam "reaksi balik" dari ketidakseimbangan wujud itu sendiri.
Bagi Ibnu 'Arabi, bencana bukan hukuman, melainkan isyarat ontologis: alam sedang berbicara, mengingatkan manusia bahwa mereka telah salah memahami posisi sebagai khalifah atau penjaga.
Nampaknya tidak berlebihan jika selama ini "kita lebih sibuk menjadi penguasa daripada penjaga."
Berbicara bencana ekologis, seorang filsuf Muslim kontemporer asal Iran, Seyyed Hossein Nasr, telah lama mengingatkan kita. Nasr melihat akar krisis ekologis pada hilangnya kesadaran sakral dalam memandang dunia.
BATAM Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada terdakwa Leo Candra Samosir, juru mudi kapa
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Kapten kapal Sea Dragon Tarawa, Hasiholan Samosir (54), dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Memasuki hari ke19 Ramadan 1447 H, umat Muslim diingatkan agar tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbanyak ama
AGAMA
JAKARTA Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pemerintah tetap mempertahankan pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (M
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan yang dibangun di berbagai wilayah terdampak bencana dan daerah terpencil di In
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk menetapkan awal Syawal 1447 Hijriyah, sekaligus
NASIONAL
MEDAN Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Doddy Hanggodo, melakukan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Ut
NASIONAL
TAPANULI SELATAN, SUMUT Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara tengah menyelidiki dugaan korupsi terkait proyek pembangunan gedung Cip
PEMERINTAHAN
JAKARTA Aparat kepolisian dari Bareskrim Polri intensif memburu dua buronan jaringan narkoba yang diduga berada di bawah kendali Erwin I
HUKUM DAN KRIMINAL
KISARAN, ASAHAN Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Asahan bersama Pemerintah Kabupaten Asahan melaksanakan penyaluran Zakat, I
PEMERINTAHAN