Kemarau Panjang Hantam Tanjab Timur, Warga Perdalam Sumur demi Bertahan Dapatkan Air Bersih
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
Oleh:Martin Dennise Silaban.
DALAM beberapa tahun terakhir, anak muda di berbagai negara dari Eropa hingga Asia berkali-kali muncul sebagai aktor utama protes politik. Terbaru, Gen Z kembali menjadi aktor di balik mundurnya Perdana Menteri Bulgaria pada Kamis, 11 Desember 2025 lalu.
Baca Juga:
Fenomena Gerakan Gen Z ini sudah lebih dahulu muncul di negara lain seperti seperti Maroko, Nepal, Kenya, Chile, Peru, Myanmar, Bangladesh, dan Filipina, termasuk Indonesia.
Kita menyaksikan pola yang sama, anak-anak muda tiba-tiba memenuhi jalanan, memenuhi ruang digital, mengajukan kritik, membuat petisi, mengorganisir ruang-ruang diskusi, dan bergerak melampaui batas-batas yang dibayangkan.
Namun, secepat kemunculannya, gerakan-gerakan ini kerap mereda. Grup WhatsApp menjadi sepi, akun Instagram komunitas berhenti diperbarui, dan ruang diskusi kembali sunyi.
Energi politik yang semula membuncah perlahan menguap. Publik pun buru-buru menyimpulkan bahwa gerakan anak muda bersifat musiman atau lebih sinis lagi, "bubar karena tak punya basis material dan sumber daya."
Benarkah demikian? Jika ditelusuri lebih jauh, naik-turunnya gerakan anak muda bukan terutama karena kelemahan mereka, melainkan karena sistem politik tidak pernah benar-benar siap menerima cara-cara baru generasi ini dalam berpolitik.
Ekosistem Gerakan Anak Muda
Selama ini, kita menganggap bahwa turunnya gerakan adalah tanda kegagalan. Seolah aktivisme adalah garis lurus linier yang harus terus bergerak naik. Padahal aktivisme, terutama yang dipimpin generasi muda, bekerja seperti ekosistem yang memiliki musim, irama, dan siklus yang dipengaruhi oleh atmosfer politik.
Anak muda tidak berhenti bergerak karena mereka kekurangan dana semata, melainkan karena ruang untuk bergerak menyempit (shrinking space), bahkan menutup (closing-space) baik secara formal maupun kultural. Mereka bisa menangkap perubahan cuaca politik lebih cepat daripada generasi mana pun.
Mereka melihat pola represi digital, merasakan kapan sekolah atau kampus mulai mengawasi, kapan kritik berubah menjadi risiko, kapan negara menegaskan batasnya. Mereka peka terhadap tekanan yang bagi sebagian orang hanya terasa sebagai "suasana".
Karena itu, naik-turunnya gerakan bukanlah persoalan kapasitas internal, tetapi konsekuensi dari ruang sipil yang mengembang dan menyusut, dari peluang politik yang terbuka sebentar lalu tertutup lagi.
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
ACEH BESAR Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam sektor pertanian,
PERISTIWA
SURAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan, kesejahteraan,
NASIONAL
PAPUA Prajurit TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terpencil. Di tengah medan pegunungan y
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamatan Ombudsman meminta proses pengisian kekosongan Anggota Ombudsman Republik Indonesia tidak sek
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA