BREAKING NEWS
Selasa, 13 Januari 2026

Venezuela, Minyak, dan Kembalinya Politik Kekuasaan Global AS

BITV Admin - Rabu, 07 Januari 2026 10:21 WIB
Venezuela, Minyak, dan Kembalinya Politik Kekuasaan Global AS
Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap. (Foto: Dok. CNN Indonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Angka ini bukan sekadar statistik energi, melainkan aset strategis yang menentukan posisi sebuah negara dalam peta kekuasaan global.

Di tengah krisis energi global, konflik berkepanjangan di Eropa Timur dan Timur Tengah, serta transisi energi yang belum sepenuhnya matang, minyak kembali menjadi sumber daya yang sangat diperebutkan.

Negara dengan cadangan besar memiliki daya tawar tinggi, tetapi juga menghadapi kerentanan geopolitik yang sama besar.

Venezuela berada persis di persimpangan itu: kaya energi, tetapi tertekan secara politik dan ekonomi.

Sanksi ekonomi yang diberlakukan Amerika Serikat selama bertahun-tahun menunjukkan bagaimana energi dijadikan sasaran utama.

Pembatasan akses terhadap sistem keuangan internasional, larangan transaksi minyak, dan hambatan investasi asing secara sistematis melumpuhkan kemampuan Venezuela mengelola sektor energinya sendiri.

Dalam kerangka geoekonomi, sanksi bukan sekadar alat tekanan politik, melainkan mekanisme untuk mengendalikan aliran dan pengelolaan sumber daya strategis.

Pola ini bukan hal baru dalam politik internasional. Energi kerap menjadi pemicu intervensi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Negara dilemahkan terlebih dahulu melalui tekanan ekonomi, kemudian dihadapkan pada krisis internal yang membuka ruang legitimasi bagi campur tangan eksternal.

Dalam konteks Venezuela, minyak tidak hanya menjadi komoditas ekspor utama, tetapi juga faktor yang menjelaskan mengapa negara ini terus berada dalam bidikan kebijakan keras Washington.

Dengan demikian, intervensi terhadap Venezuela tidak dapat dipahami semata sebagai respons terhadap isu keamanan atau hukum.

Ia merupakan bagian dari kalkulasi geopolitik yang lebih luas, di mana penguasaan dan pengendalian energi tetap menjadi jantung dari persaingan kekuatan besar di era kontemporer.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gejolak Geopolitik Dorong Harga Emas Global Dekati Rekor Tertinggi
Negosiasi Perjanjian Dagang RI–AS Tetap Jalan Meski Konflik Venezuela Memanas
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB untuk Pertama Kali, Siap Tangani Krisis Venezuela
Sekjen PBB Peringatkan Preseden Berbahaya Usai AS Tangkap Maduro
Resonansi Venezuela dan Unilateralisme Global
Bitcoin Menguat ke Rp 1,54 Miliar, Tapi Geopolitik Venezuela Jadi Batu Sandungan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru