Usai Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diminta Segera Bereskan Kewajiban Pembiayaan Whoosh
JAKARTA Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Ahmad Labib meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara segera memastikan penyele
EKONOMI
Bahkan, terkadang juga 'fatwa' itu dipatuhi tanpa reserve, sekalipun dalam dunia bisnis seharusnya sangat matematis dan logis. Disinilah sebenarnya titik gentingnya yang seharusnya kita juga harus kritis.
OJK telah menerbitkan sejumlah lembaga pemeringkat yang dianggap kredibel dan terpercaya, baik asing maupun domestik terkait kredit rating.
Sebut saja ada Fitch Ratings, Moodys, Standar and Poor, dan PT Kredit Rating Indonesia.
Di Bursa, tidak banyak 'pemain' pemeringkatan seperti MSCI, seperti halnya di sektor kredit. Kita memiliki PT Pemeringkat Efek Indonesia yang sayangnya belum mendunia dan hanya terkait obligasi, sehingga pengaruhnya tidak sebanding dengan MSCI.
Kabarnya, baru Februari 2026 nanti lembaga pemeringkat efek global yakni FTSE, subsidiary, dan London Stock Exchange Group akan merilis laporan mereka.
Kembali soal MSCI, apakah MSCI bersih dari kepentingan bisnis ataukah hanya penyedia data objektif? Saya tidak mau menuduh, tetapi sekadar menunjukkan MSCI terafiliasi, ada Vanguard, Blackrock, dan State Street Global Advisory.
Dua nama yang saya sebutkan ini juga pialang dan anak usaha mereka ikut nimbrung di BEI.
Mereka ikut mencari cuan di bursa kita dan itu tidak salah, sah sah saja. Pertanyaan lanjutan, dari aksi jual kemarin dan aksi beli hari ini, dari pembalikan saham yang rendah lalu rebound, mereka tidak mendapatkan untung? Dibalik kepercayaan, tidak salah kita menitipkan sedikit pertanyaan kritis soal ini.
Kita juga harus jernih dalam membandingkan dan menilai sesuatu. Bursa saham kita tidak dalam, meskipun ada peningkatan yang baik, jumlah investor saham kita baru 19 juta, sementara di New York Stock Exchange mencapai 162 juta warga Amerika Serikat.
Perbedaan ini bisa kita baca, investor kita di BEI inklusinya masih rendah lantaran literasi rakyat kita tentang saham masih minimalis dibandingkan jumlah penduduk keseluruhan.
Rendahnya literasi itu kadang bahkan terkait soal pengisian administrasi, sebagaimana yang ditemukan oleh MSCI dan hendaknya hal ini juga menjadi atensi dari OJK.
Akibat ancaman MSCI ini, saya justru mengkhawatirkan nasib para investor retail di saham. Mereka baru investasi kecil-kecilan, modal mereka bisa erosi, bahkan lenyap dalam sekejap. Dampaknya bisa traumatis, mereka bisa jera main saham, terutama dikalangan para pemula.
JAKARTA Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Ahmad Labib meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara segera memastikan penyele
EKONOMI
DELI SERDANG Sapu lidi asal Sumatera Utara semakin diminati pasar Asia. Nilai ekspor komoditas tersebut sepanjang 2026 hingga awal Septe
PERTANIAN AGRIBISNIS
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati Syafrizal menerima audiensi dan silaturahmi Himpunan Mahasiswa Islam
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menerima audiensi perwakilan PT Hijau Surya Biotechindo untuk membahas peluang kerja sama
PEMERINTAHAN
BATU BARA Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggar
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian mengapresiasi peran Karang Taruna Kabupaten Batu Bara dalam menjalankan kegiatan sosial da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Perkembangan teknologi digital mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan mengakses berbagai pelayanan. Informasi yang se
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti penggunaan anggaran pemerintah daerah yang dinilai belum optimal untuk mendukung pembangu
NASIONAL
JAKARTA Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan proses rotasi sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) p
POLITIK
JAKARTA Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto membantah pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Men
NASIONAL