Korban Pengeroyokan Malah Ditetapkan Tersangka, Polres Sumbawa Belum Angkat Bicara
SUMBAWA Jalan Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, Minggu (08/02/2026) malam mendadak ricuh. Rofinus Kaka alias Rofinus bin
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh:Kamrussamad.
KEMUNCULAN alumnus penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Dwi Sasetyaningtyas yang menyampaikan narasi "cukup saya yang WNI, anak jangan" patut disikapi secara serius.
Narasi tersebut secara nyata telah meremehkan identitas nasional dan juga melupakan jasa negara yang telah membiayai pendidikannya, serta menunjukkan adanya krisis nasionalisme.Baca Juga:
Peristiwa tersebut menjadi sinyalemen kegagalan pengelola LPDP dalam menanamkan jiwa nasionalisme kepada para penerima beasiswa. LPDP harus mengambil tanggung jawab atas munculnya penerima beasiswa yang tidak menghargai identitas nasional.
Perlu diketahui, LPDP merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan, yang bertugas mengelola dana abadi yang salah satu peruntukannya di bidang pendidikan.
LPDP sendiri ditetapkan sebagai lembaga berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 18/KMK.05/Tahun 2012 pada 30 Januari 2012.
LPDP mengusung visi menjadi katalis untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia melalui program-program berdampak tinggi di ekosistem-ekosistem prioritas dengan menjadi organisasi pengelola dana kelas dunia dan menjadi mitra terpercaya untuk mendorong pertumbuhan, kesejahteraan, dan inklusi di Indonesia.
Anggaran LPDP berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang sejatinya merupakan uang rakyat. Pada 2026, APBN mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 triliun untuk Dana Abadi Pendidikan. Saat ini, LPDP telah mengelola Dana Abadi mencapai Rp 180,80 triliun.
Dana Abadi LPDP berbeda dengan anggaran APBN pada umumnya yang harus habis dalam periode satu tahun. Sementara itu, Dana Abadi LPDP tidak harus habis dalam 1 tahun dan bisa diinvestasikan untuk mendapatkan imbal hasil. Hal tersebut untuk menjamin keberlangsungan program beasiswa bagi generasi berikutnya.
Hingga 31 Desember 2025, LPDP telah memberikan beasiswa kepada 58.444 orang. Dari jumlah tersebut, saat ini yang tercatat menjadi alumni mencapai 32.632 orang.
Sementara itu, yang masih menjalani studi sebanyak 18.981 orang dan yang masih dalam persiapan studi mencapai 6.831 orang.
Para penerima beasiswa LPDP sejatinya merupakan orang-orang pilihan, karena telah menyisihkan puluhan ribu pelamar lainnya. Pada 2025, telah terpilih 4.000 penerima beasiswa LPDP dari total pelamar yang mencapai 78.000 ribu.
SUMBAWA Jalan Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, Minggu (08/02/2026) malam mendadak ricuh. Rofinus Kaka alias Rofinus bin
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Di malam kelima bulan suci Ramadhan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menunaikan Salat Tarawih bersama jajaran Kecamatan
PEMERINTAHAN
MAKASSAR Kabar duka datang dari lingkungan kepolisian Sulawesi Selatan. Bripda DP (19), anggota Direktorat Samapta Polda Sulsel, meningg
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Penyanyi jebolan Indonesian Idol Season 13, Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota alias Piche Kota, membantah tuduhan perse
ENTERTAINMENT
JAKARTA Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada partai politik yang menyatakan du
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar rupiah membuka perdagangan hari ini, Senin (23/2/2026), dengan penguatan terbatas di tengah pelemahan dolar AS dan men
EKONOMI
JAKARTA Harga cabai rawit merah masih menunjukkan lonjakan tajam di awal 2026, bertahan jauh di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP). Berdasa
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada level 8.368,61 pada perdagangan Senin (23/2/2026), seiring penguatan saha
EKONOMI
OlehKamrussamad. KEMUNCULAN alumnus penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Dwi Sasetyaningtyas yang menyampaikan narasi
OPINI
PADANGSIDIMPUAN Rumah Sakit Umum Permata Madina Sibuhuan resmi menjalin perjanjian kerja sama dengan Universitas Aufa Royhan sebagai langk
PENDIDIKAN