BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Prabowo, LPDP, Investasi Negara, dan Krisis Nasionalisme

BITV Admin - Senin, 23 Februari 2026 09:28 WIB
Prabowo, LPDP, Investasi Negara, dan Krisis Nasionalisme
Alumnus penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Dwi Sasetyaningtyas yang menyampaikan narasi "cukup saya yang WNI, anak jangan". (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Kamrussamad.

KEMUNCULAN alumnus penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Dwi Sasetyaningtyas yang menyampaikan narasi "cukup saya yang WNI, anak jangan" patut disikapi secara serius.

Narasi tersebut secara nyata telah meremehkan identitas nasional dan juga melupakan jasa negara yang telah membiayai pendidikannya, serta menunjukkan adanya krisis nasionalisme.

Baca Juga:

Peristiwa tersebut menjadi sinyalemen kegagalan pengelola LPDP dalam menanamkan jiwa nasionalisme kepada para penerima beasiswa. LPDP harus mengambil tanggung jawab atas munculnya penerima beasiswa yang tidak menghargai identitas nasional.

Perlu diketahui, LPDP merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan, yang bertugas mengelola dana abadi yang salah satu peruntukannya di bidang pendidikan.

LPDP sendiri ditetapkan sebagai lembaga berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 18/KMK.05/Tahun 2012 pada 30 Januari 2012.

LPDP mengusung visi menjadi katalis untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia melalui program-program berdampak tinggi di ekosistem-ekosistem prioritas dengan menjadi organisasi pengelola dana kelas dunia dan menjadi mitra terpercaya untuk mendorong pertumbuhan, kesejahteraan, dan inklusi di Indonesia.

Anggaran LPDP berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang sejatinya merupakan uang rakyat. Pada 2026, APBN mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 triliun untuk Dana Abadi Pendidikan. Saat ini, LPDP telah mengelola Dana Abadi mencapai Rp 180,80 triliun.

Dana Abadi LPDP berbeda dengan anggaran APBN pada umumnya yang harus habis dalam periode satu tahun. Sementara itu, Dana Abadi LPDP tidak harus habis dalam 1 tahun dan bisa diinvestasikan untuk mendapatkan imbal hasil. Hal tersebut untuk menjamin keberlangsungan program beasiswa bagi generasi berikutnya.

Hingga 31 Desember 2025, LPDP telah memberikan beasiswa kepada 58.444 orang. Dari jumlah tersebut, saat ini yang tercatat menjadi alumni mencapai 32.632 orang.

Sementara itu, yang masih menjalani studi sebanyak 18.981 orang dan yang masih dalam persiapan studi mencapai 6.831 orang.

Para penerima beasiswa LPDP sejatinya merupakan orang-orang pilihan, karena telah menyisihkan puluhan ribu pelamar lainnya. Pada 2025, telah terpilih 4.000 penerima beasiswa LPDP dari total pelamar yang mencapai 78.000 ribu.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Perkuat Dunia Kesehatan dan Pendidikan, RSU Permata Madina Sibuhuan Gandeng Universitas Aufa Royhan
HPSN 2026: Bupati Badung Pimpin Aksi Bersih Sampah Laut, 500 Peserta Ikut Kerja Bakti
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres SMA Unggul Garuda, Siapkan Generasi Sains dan Teknologi
"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
Pasca Banjir dan Longsor, PMD Tapteng dan Wahana Visi Indonesia Pastikan Layanan Air Bersih Desa Rampa dan Bonandolok Segera Pulih
Ketua TP PKK Bali Dukung Penuh Rasha Azzahra, Siap Tampil di Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru