BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Arus Balik Kekuasaan: Membersihkan Diri atau Dibersihkan!

Nurul - Selasa, 24 Maret 2026 11:37 WIB
Arus Balik Kekuasaan: Membersihkan Diri atau Dibersihkan!
Presiden Prabowo Subianto. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Jika ditarik lebih jauh, seruan ini dapat dibaca sebagai bentuk arus balik dalam praktik kekuasaan itu sendiri. Kekuasaan tidak lagi semata diposisikan sebagai pihak yang mengatur dari atas, tetapi diminta kembali ke fondasi etiknya.

Ia perlu menunjukkan bahwa disiplin dan integritas bukan hanya tuntutan bagi masyarakat, melainkan dimulai dari dalam tubuhnya sendiri. Di titik ini, kekuasaan diuji bukan oleh kerasnya kritik dari luar, melainkan oleh kesediaannya untuk menata diri dari dalam.

Penegasan yang diarahkan kepada institusi penegak hukum menjadi sangat krusial. Di sanalah pusat tertib kehidupan bernegara dijaga.

Ketika hukum tidak berdiri tegak secara konsisten, kepercayaan publik ikut goyah. Tidak ada pembaruan yang dapat bertahan jika hukum hanya keras ke luar, tetapi lunak ke dalam.

Publik tidak hanya menilai apa yang ditegakkan, tetapi juga bagaimana dan kepada siapa penegakan itu diarahkan.

Pada saat yang sama, seruan ini juga mencerminkan situasi yang memang sedang dirasakan luas. Berbagai bentuk pelanggaran, penyimpangan, dan ketidaktertiban masih terus muncul dalam berbagai level.

Masyarakat melihat, mencatat, dan menunggu arah yang jelas. Dalam situasi seperti ini, ketegasan negara saja tidak cukup. Ia perlu disertai dengan kebersihan.

Tanpa itu, kepercayaan sulit tumbuh, dan setiap seruan berisiko berhenti sebagai retorika. Dukungan terhadap seruan ini karena itu tidak bisa berhenti pada pengakuan.

Ia perlu hadir dalam tindakan konkret. Pengawasan harus berjalan, penindakan harus konsisten, dan keberanian untuk membersihkan barisan sendiri harus benar-benar terlihat.

Jika tidak, maka seruan yang kuat di awal mudah kehilangan tenaga ketika berhadapan dengan kebiasaan lama dan kepentingan yang saling berkelindan.

Di titik inilah ujian sesungguhnya berlangsung. Seruan Presiden akan menemukan maknanya ketika ia diterjemahkan dalam praktik yang tidak selektif.

Ketika yang dibersihkan bukan hanya yang tampak di permukaan, tetapi juga yang tersembunyi dalam struktur yang lebih dalam.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kembali Ditahan KPK Setelah Status Tahanan Rumah Dibatalkan, Gus Yaqut: Alhamdulillah, Bisa Sungkem ke Ibu Saya
Kim Jong Un Terpilih Kembali sebagai Presiden Urusan Negara Korea Utara, Raih 99,9% Suara
Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Dibatalkan, KPK Apresiasi Masyarakat
Prabowo Pemimpin Egaliter dalam Sejarah Republik Indonesia
KPK 'Diam-Diam' Alihkan Penahanan Eks Menag Yaqut, MAKI Sebut KPK Pecahkan Rekor Buruk
Prabowo Ungkap Alasan Sering Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Luar Negeri: Untuk Ciptakan Lapangan Kerja di Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru