BREAKING NEWS
Kamis, 02 April 2026

Rivalitas Politik Hendaknya Tidak Destruktif terhadap Negara & Pemerintah

BITV Admin - Kamis, 02 April 2026 08:50 WIB
Rivalitas Politik Hendaknya Tidak Destruktif terhadap Negara & Pemerintah
Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua komisi III DPR RI ke-7/Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Unhan. (foto: Bambang Soesatyo/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Bambang Soesatyo.

Rivalitas politik tidak boleh menumbuhkan benih-benih instabilitas negara dan jalannya pemerintahan.

Maka, siapa saja yang melakoni rivalitas itu tidak menungganginya dengan tindakan atau aksi teror dan intimidasi terhadap prinsip kebebasan berpendapat yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

Baca Juga:

Akhir-akhir ini, rivalitas para aktor politik tampak tidak sehat dan berbahaya karena destruktif terhadap stabilitas negara dan jalannya pemerintahan.

Pijakan untuk mengatakan bahwa rivalitas politik itu sudah sangat berbahaya adalah proses pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras, dan yang tidak kalah pentingnya adalah reaksi dan pernyataan resmi Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi kasus itu.

Melalui pernyataan resmi dan terbuka, dua institusi negara mengumumkan bahwa pelaku teror itu teridentifikasi sebagai empat oknum dari sebuah institusi negara yang selalu bertindak dan bekerja berdasarkan perintah atasan.

Presiden Prabowo pun mengutuk aksi teror itu, serta mendesak dilakukannya pengusutan tuntas.

Reaksi dan penyikapan Presiden seperti itu adalah keniscayaan. Presiden melihat dan tentu merasakan adanya kelompok kekuatan yang ingin merusak dan meruntuhkan reputasi serta kredibilitas pemerintahannya.

Lebih dari itu, dalam konteks demokrasi dan kesepakatan tentang kebebasan menyuarakan aspirasi, kelompok dan kekuatan di belakang empat oknum itu ingin membangun sentimen permusuhan dengan memposisikan presiden dan masyarakat saling berhadap-hadapan.

Kalau upaya melemahkan posisi presiden itu dilakukan sejumlah oknum dalam institusi negara, bukankah itu lakon rivalitas politik yang bukan saja tidak sehat melainkan juga sangat berbahaya bagi stabilitas negara dan jalannya pemerintahan?

Sejatinya, mereka yang berada dan bekerja dalam institusi negara wajib taat dan loyal kepada negara dan pemerintah yang sah.


Pertanyaannya kemudian, empat oknum itu diperintah oleh siapa?

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menteri ATR/BPN Peringatkan Ancaman Krisis: Jangan Sampai Uang Banyak, Tapi Tak Ada Pangan yang Bisa Dibeli
Bupati Labuhanbatu Selatan Hadiri Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI di Medan, Dorong Tata Kelola BUMD dan Bank Daerah yang Profesional
Menko Polkam Desak Investigasi Menyeluruh atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Medan Siapkan Bantuan Rp 200 Ribu per Bulan untuk 10.000 Warga, Ini Syaratnya
Medan Siap Wujudkan Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Butuh Rp1,7 Triliun
Dubes Iran Puji Jokowi: Sosok Pemimpin yang Sukses Bawa Kemajuan Bagi Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru