Kena OTT Proyek Jalan PUPR, KPK Tangkap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena dan 13 Orang
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh:Abdul Khalid
ADALAH fakta yang tak terbantahkan bahwa setiap perubahan besar di republik ini tidak pernah bisa dilepaskan dari tangan dan suara mahasiswa.
Dari kobaran semangat pergerakan nasional di awal abad ke-20, hingga gelombang reformasi 1998 yang memorak-porandakan Orde Baru, api perlawanan kaum terpelajar selalu menjadi katalis sejarah bangsa ini.Baca Juga:
Maka, ketika pada Jumat 12 Juni 2026, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Universitas Indonesia bersama berbagai elemen gerakan mahasiswa—dari BEM IPB, UNJ Melawan, Front Mahasiswa Nasional, Serikat Mahasiswa Progresif UI, hingga belasan BEM kampus lainnya—turun ke jalan membawa tuntutan bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut", maka ingatan kita seharusnya segera melayang ke lorong panjang sejarah perjuangan mahasiswa Indonesia.
Suatu aksi massa yang tidak berlangsung mulus. Massa yang bermaksud memusatkan demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, diadang oleh barisan TNI dan Kepolisian di depan Gedung Thamrin Nine.
Sebagian massa diarahkan dan terpaksa bergeser ke kawasan DPR/MPR.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menutup aksi dengan sebuah pernyataan yang penuh tekad sekaligus peringatan: "Ini adalah langkah pertama. Mari kita kumpulkan energi."
Lima tuntutan yang dibawa pun bukan tuntutan sembarangan: penghentian program makan bergizi gratis yang dinilai menyedot APBN tanpa arah, pembubaran koperasi desa Merah Putih yang dianggap sarat kepentingan politik, penghentian pemborosan negara, penurunan harga bahan pokok dan BBM, serta penghentian militerisasi sipil.
Sebuah agenda yang cukup substansial.
Antara Siklus Gerakan dan Godaan Algoritma
Namun di sinilah pertanyaan sesungguhnya mulai mengusik.
Apakah aksi-aksi mahasiswa hari ini—termasuk yang kita saksikan tadi pagi di jantung Jakarta—telah melewati apa yang saya sebut sebagai siklus gerakan: diskusi, refleksi, lalu aksi?
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Aktivis sosial Palti Hutabarat meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memanfaatkan persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) untu
POLITIK
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki kewenangan memeriksa persoalan syarat pendidikan
NASIONAL
DELI SERDANG Warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), digegerkan dengan penemuan mayat bayi baru lahir yang ditemukan dalam bu
PERISTIWA
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memperkuat pengawalan terhadap program strategis Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pengawalan dilakukan
NASIONAL
SERANG Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan kebijakan ketenagakerjaan harus mampu menjaga perlindungan peke
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik 14 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan ekosistem Komite Stabilitas
EKONOMI
MEDAN Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan 4.434 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Jawa Timur yang tiba di Pelabuhan
EKONOMI
LUBUK PAKAM Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Deli Serdang menangkap tiga pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan menangkap seorang pria berinisial J (30) yang diduga membegal pengemudi ojek pangkalan di kawasan
HUKUM DAN KRIMINAL