Kena OTT Proyek Jalan PUPR, KPK Tangkap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena dan 13 Orang
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
Pertanyaan di atas selaras dengan dengan khazanah gerakan sosial--yang oleh Arbi Sanit dalam karyanya Pergolakan Melawan Kekuasaan--ditegaskan bahwa gerakan mahasiswa yang berhasil selalu bertumpu pada tiga pilar utama: legitimasi moral, kapasitas intelektual, dan kekuatan organisasional.
Ketiga pilar itu tidak munkin dilahirkan dalam tempo satu malam, tidak bisa dirakit dalam semalam untuk kemuduan diviralkan.
Ia menuntut proses pengendapan panjang yang melibatkan pertanggungjawaban moral sekaligus intelektual dari sebuah angkatan.
Secara lebih jauh—Patrick Seale dalam Pemberontakan Mahasiswa: Revolusi Perancis Mei 1968 memberikan pelajaran yang amat relevan.
Gerakan Mei '68 di Paris tidak muncul tiba-tiba sebagai reaksi impulsif.
Ia adalah endapan bertahun-tahun diskusi intelektual di lingkaran mahasiswa Sorbonne, diperkuat oleh pengaruh filsafat eksistensialisme Sartre dan kritik neo-Marxis terhadap kapitalisme konsumtif.
Ketika akhirnya meledak, ia bukan sekadar kerumunan di jalan—ia adalah konsensus ideologis yang tersublimasi menjadi aksi massa yang menggemparkan Eropa.
Dalam konteks inilah—yang membedakan unjuk rasa mahasiswa dari aksi protes kelompok masyarakat lainnya.
Tidak hanya bicara pilihan isu strategis perjuangan, aksi mahasiswa pun secara struktural—jika mengikuti pakem yang ada—pastilah di komando oleh Koordinator Umum (Koordum) yang bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan aksi dan dibantu Koordinator Lapangan (Koorlap) dari masing-masing elemen yang tergabung.
Bahkan, biasanya ada pita tanda pengenal yang dibalutkan di lengan untuk memastikan kubangan massa bebas dari penyusup dan penumpang gelap.
Massa aksi yang ikut bukan sekadar kerumunan—mereka adalah utusan kelembagaan dari organisasi mahasiswa yang masing-masing telah melalui proses kajian internal kelembagaan mahasiswa.
Belajar dari Paris, Bercermin pada Kita Sendiri
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Aktivis sosial Palti Hutabarat meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memanfaatkan persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) untu
POLITIK
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki kewenangan memeriksa persoalan syarat pendidikan
NASIONAL
DELI SERDANG Warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), digegerkan dengan penemuan mayat bayi baru lahir yang ditemukan dalam bu
PERISTIWA
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memperkuat pengawalan terhadap program strategis Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pengawalan dilakukan
NASIONAL
SERANG Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan kebijakan ketenagakerjaan harus mampu menjaga perlindungan peke
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik 14 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan ekosistem Komite Stabilitas
EKONOMI
MEDAN Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan 4.434 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Jawa Timur yang tiba di Pelabuhan
EKONOMI
LUBUK PAKAM Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Deli Serdang menangkap tiga pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan menangkap seorang pria berinisial J (30) yang diduga membegal pengemudi ojek pangkalan di kawasan
HUKUM DAN KRIMINAL