BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Ketika Mahasiswa Melawan

- Sabtu, 13 Juni 2026 15:40 WIB
Ketika Mahasiswa Melawan
BEM UI Gelar Demo di Bundaran HI, Bawa Lima Tuntutan untuk Pemerintah. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pertanyaan di atas selaras dengan dengan khazanah gerakan sosial--yang oleh Arbi Sanit dalam karyanya Pergolakan Melawan Kekuasaan--ditegaskan bahwa gerakan mahasiswa yang berhasil selalu bertumpu pada tiga pilar utama: legitimasi moral, kapasitas intelektual, dan kekuatan organisasional.

Ketiga pilar itu tidak munkin dilahirkan dalam tempo satu malam, tidak bisa dirakit dalam semalam untuk kemuduan diviralkan.

Ia menuntut proses pengendapan panjang yang melibatkan pertanggungjawaban moral sekaligus intelektual dari sebuah angkatan.

Secara lebih jauh—Patrick Seale dalam Pemberontakan Mahasiswa: Revolusi Perancis Mei 1968 memberikan pelajaran yang amat relevan.

Gerakan Mei '68 di Paris tidak muncul tiba-tiba sebagai reaksi impulsif.

Ia adalah endapan bertahun-tahun diskusi intelektual di lingkaran mahasiswa Sorbonne, diperkuat oleh pengaruh filsafat eksistensialisme Sartre dan kritik neo-Marxis terhadap kapitalisme konsumtif.

Ketika akhirnya meledak, ia bukan sekadar kerumunan di jalan—ia adalah konsensus ideologis yang tersublimasi menjadi aksi massa yang menggemparkan Eropa.

Dalam konteks inilah—yang membedakan unjuk rasa mahasiswa dari aksi protes kelompok masyarakat lainnya.

Tidak hanya bicara pilihan isu strategis perjuangan, aksi mahasiswa pun secara struktural—jika mengikuti pakem yang ada—pastilah di komando oleh Koordinator Umum (Koordum) yang bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan aksi dan dibantu Koordinator Lapangan (Koorlap) dari masing-masing elemen yang tergabung.

Bahkan, biasanya ada pita tanda pengenal yang dibalutkan di lengan untuk memastikan kubangan massa bebas dari penyusup dan penumpang gelap.

Massa aksi yang ikut bukan sekadar kerumunan—mereka adalah utusan kelembagaan dari organisasi mahasiswa yang masing-masing telah melalui proses kajian internal kelembagaan mahasiswa.

Belajar dari Paris, Bercermin pada Kita Sendiri

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wabup Syahdian Purba Sambut Kepulangan 147 Jamaah Haji Labusel, Seluruhnya Kembali Sehat
Aceh Berduka, Mantan Gubernur Zaini Abdullah Tutup Usia di 86 Tahun
Rico Waas Gerak Cepat Tindak Keluhan Warga Medan Johor, Dari Banjir hingga BPJS Tidak Aktif
Purbaya Tegaskan RAPBN 2027 Tetap Disiplin, Defisit dan Utang Dijaga dalam Batas Aman
TNI Buka Suara Soal Pengerahan Prajurit Amankan Demo Mahasiswa di Jakarta
Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Berakhir Damai, Janji Kembali dengan Massa Lebih Besar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru