Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Yang sedang dicari publik hari ini bukan Budiman Sudjatmiko sebagai pejabat negara. Sebab, pejabat boleh datang dan pergi, tapi jabatan memiliki kadar batas waktu.
Yang sedang dicari adalah Budiman Sudjatmiko sebagai simbol.
Simbol keberanian untuk mengatakan yang benar ketika kekuasaan tidak menyukainya. Simbol keteguhan yang tidak mudah larut dalam kepentingan partisan.
Simbol aktivisme yang tetap hidup bahkan ketika seseorang sudah menyatu dalam lingkar istana.
Sejatinya, demokrasi tidak hanya membutuhkan orang-orang baik di dalam pemerintahan.
Demokrasi membutuhkan orang-orang yang berani menjaga nurani mereka ketika berada di dalam pemerintahan.
Itulah pertanyaan sesungguhnya yang bergema dari Semarang hingga Yogyakarta, dalam rentang tiga hari yang mewarnai aksi mahasiswa di berbagai wilayah.
Lebih jauh, generasi hari ini yang mempertanyakan sikap Budiman Sudjatmiko, bukan tentang program, jabatan, dan bukan pula tentang Indonesia Emas.
Pertanyaan itu adalah keresahan kolektif yang selama ini mengendap: apakah Budiman Sudjatmiko yang pada Mei 1998 memperjuangkan demokrasi masih hidup di dalam diri Budiman Sudjatmiko yang hari ini membela kekuasaan?
Sampai hari ini, pertanyaan itu masih menunggu jawaban.* (nasional.kompas.com)
*) Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Pemerintahan STIPAN
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.