BREAKING NEWS
Senin, 10 Agustus 2026

Berharap Apa dari Pertemuan Presiden dengan Periset BRIN?

Redaksi - Senin, 10 Agustus 2026 08:52 WIB
Berharap Apa dari Pertemuan Presiden dengan Periset BRIN?
Presiden Prabowo Subianto meninjau sejumlah hasil riset dan inovasi yang dikembangkan BRIN sebelum menemui sekitar 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Dr.-phil. Ir. Arinafril

INDONESIA sedang berada di persimpangan jalan antara menjadikan sains sebagai motor peradaban atau sekadar ornamen politik.

Pertemuan perdana Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan pada Kamis, 6 Agustus 2026, diharapkan akan menandai momen simbolis yang penting bagi panggung sains nasional.

Baca Juga:

Di satu sisi, kehadiran para peneliti bersama pameran 12 klaster inovasi, yaitu teknologi energi, pangan, kesehatan, kedirgantaraan, maritim, lingkungan, material maju, digital dan kecerdasan buatan, transportasi, pertahanan, sosial-humaniora, serta produk konsumsi murah, menunjukkan adanya ikhtiar mendekatkan sains dengan pembuat kebijakan.

Kita tidak boleh terjebak pada euforia simbolik. Pameran teknologi di halaman Istana memang menampilkan genteng limbah, sepatu murah, hingga alat pengolahan air darurat.

Sebenarnya ada pertanyaan teknik yang layak diajukan, yaitu: Apakah ini momentum akan lahirnya ekosistem riset yang bebas dari jeratan birokrasi, ataukah hanya sekadar panggung kosmetik untuk meneguhkan legitimasi kekuasaan?

Apakah negara sungguh berkomitmen membangun fondasi riset jangka panjang, ataukah hanya mengoleksi artefak inovasi untuk kepentingan politik sesaat?

Kalau diperluas lagi akan memunculkan pertanyaan lanjutan, yaitu: Apakah pertemuan ini sungguh menandai lahirnya revolusi ekosistem sains yang berani membongkar sumbatan birokrasi, mengubah struktur sosial pengetahuan, dan membebaskan psikologi para periset dari rasa teralienasi?

Atau sebaliknya, sekadar pertunjukan seremonial yang kembali menjerumuskan ilmu pengetahuan ke dalam peran pragmatis sebagai alat legitimasi politik, penghibur psikologis bagi publik, dan komoditas ekonomi jangka pendek yang diperdagangkan di panggung kekuasaan?

Menghindari Perangkap Instrumentalisasi

Pameran inovasi yang diselaraskan secara instan dengan program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis, gentengisasi, tanggul laut raksasa, terlihat benar pemerintah ingin menunjukkan gejala klasik instrumentalisasi sains.

BRIN dipaksa menjadi bengkel manufaktur aplikatif, bukan pusat frontier science.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Butuh Modal Usaha? KUR BNI 2026 Rp100 Juta, Cicilan 5 Tahun Mulai Rp1,93 Juta per Bulan
Prihatin 43 Mahasiswa Berhenti Kuliah karena Biaya, Bobby Nasution Siapkan Beasiswa di Poltekkes Gunungsitoli
Kebakaran Hebat di Aceh Tengah, 96 Rumah Kayu di Jeget Ayu Ludes Terbakar
HUT Ke-1 Partai Rakyat Indonesia Meriah, DPD PRI Sumut Siap Hadapi Pemilu 2029
Kaesang vs Puan di Jateng V, Siapa Lebih Kuat: Pengaruh Jokowi atau Mesin PDIP?
Banyak Kepala Daerah Mulai Dilirik untuk Pilpres 2029, Pengamat: Sinyal Positif Demokrasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru