Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Padahal, politik jauh lebih kompleks. Dan hari ini, gambar sederhana di Istana mengingatkan kita tentang kompleksitas itu. Prabowo, Jokowi dan Gibran duduk bersama. Di tengah panggung kemerdekaan. Di hadapan rakyat Indonesia. Mungkin itu hanya kebetulan protokoler. Mungkin juga ada pesan yang ingin disampaikan. Kita tidak tahu.
Namun, sebagai publik, kita boleh membaca simbolnya. Dan simbol itu setidaknya mengatakan satu hal. Bahwa narasi tentang keretakan hubungan Prabowo dan Jokowi tidak boleh diperlakukan sebagai fakta yang sudah selesai. Ia masih merupakan spekulasi. Sementara gambar hari ini adalah fakta yang kita lihat sendiri.
Dan mungkin, justru di situlah kita perlu belajar membaca politik dengan lebih dewasa. Bukan dengan fanatisme. Bukan dengan kebencian, tetapi dengan kesediaan untuk membedakan antara fakta, persepsi dan spekulasi.
Pertanyaan yang jauh lebih penting: apakah keduanya mampu menempatkan kepentingan Republik di atas kepentingan politik masing-masing? Itulah ukuran yang sesungguhnya. Dan pada hari Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaannya, mungkin pertanyaan itu jauh lebih penting untuk kita renungkan.* (www.kompas.com)
*)Penulis AdalahDosen UNIKOM Bandung Pemerhati masalah politik, pertahanan-keamanan, dan hubungan internasional. Dosen Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.