BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak

Administrator - Selasa, 25 Agustus 2026 16:52 WIB
Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak
Agus Santoso, Mantan Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Peternak Domba Kambing. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Perguruan Tinggi dan Politeknik Peternakan harus turun ke lapangan. Mereka perlu membantu untuk membuat formulasi pakan standar berdasarkan bahan baku lokal. Uji proksimat harus dilakukan agar peternak yakin dengan kualitasnya. Tanpa pendampingan, Bank Pakan hanya akan memproduksi "sampah fermentasi", bukan pakan ternak berkualitas.

Ketiga, soal permodalan.

Harga satu paket mesin dan peralatan awal sekitar Rp33–40 juta. Ini adalah jumlah yang terlalu besar untuk koperasi pemula. Di sinilah peran pemerintah, BAZNAS, dan CSR. Bantuan tidak harus berupa uang tunai. Tapi bisa berupa hibah 1 paket mesin untuk menjalankan "Bank Pakan Percontohan" di setiap kecamatan.

Setelah berjalan 1 tahun dan terbukti keberhasilannya, koperasi bisa mandiri dan membeli mesin kedua dari keuntungan.

Penutup: Mengubah Paradigma

Selama puluhan tahun kita selalu berpikir linier: tanam jagung → jadi pakan → jadi daging. Padahal, di abad ke-21 ini, kita harus berpikir melingkar. Limbah dari satu sistem adalah input bagi sistem lain. Bayangkan lima tahun dari sekarang. Di setiap kecamatan ada satu Bank Pakan. Peternak datang ke Koperasi Peternak bukan untuk meminjam uang, tetapi untuk "menyetor" sampah organik dari dapurnya dan "menarik" karung pakan fermentasi.

Dari tumpukan sampah yang dulunya mencemari, lahirlah domba-domba sehat untuk kurban dan akikah. Dari masalah lingkungan, lahirlah ketahanan pangan. Kita tidak kekurangan sumber daya. Kita hanya kekurangan cara berpikir dan kerja sama. Sudah saatnya kita berhenti mengeluh tentang harga pakan yang mahal.Saatnya kita bekerja mengubah sampah menjadi berkah.

"Peternak yang hebat bukan yang paling mampu membeli pakan mahal. Tapi yang paling kreatif mengubah yang tidak ada harganya menjadi pakan yang berkualitas."* (dh)


*)Penulis Adalah Mantan Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Peternak Domba Kambing

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketika Megawati Mengajak Indonesia Belajar dari Iran
Gemuruh Semangat Tanah Gayo Ribuan Warga Bener Meriah Gelar Apel Kebangsaan Teguhkan Komitmen NKRI
Darurat Kekeringan El Nino Mengamuk, Sebagian Besar Jawa Masuk Kategori Awas
Disrupsi Teknologi & Masa Depan Wirausaha: Universitas Paramadina Satukan Akademisi Tiga Negara di IFE 2026
Ngebut di Era Digital Menkomdigi Ungkap 4G Nyaris Sikat 99% Penduduk, 5G Masih Merayap
Kemitraan Strategis Eropa-Sumut: Wagub Surya Pikat Dubes Belgia Lewat Optimalisasi Sawit dan Inovasi Olahraga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru