Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Rocky mengatakan dirinya hanya berpindah dari luar ke dalam.
Kalimat itu sederhana. Tetapi pertanyaan besar bersembunyi di dalam kesederhanaannya: benarkah berpindah dari luar kekuasaan ke dalam kekuasaan hanya soal lokasi?
Lima suara dari lingkungan kritis memperlihatkan kegelisahan itu. Sebagian bahkan telah tumbuh sebelum kursi Wantimpres resmi didudukinya.
Lima nama tentu bukan seluruh civil society. Tetapi mereka berasal dari lingkaran yang selama ini paling dekat dengan dunia kritik tempat Rocky dibesarkan.
Feri Amsari membawa publik kepada memori Rocky sendiri. Ia mengunggah percakapan lama ketika Rocky ditanya bagaimana jika suatu hari tawaran jabatan datang.
Rocky ketika itu mengatakan tawaran tersebut akan ditolaknya. Setelah ia menerima Wantimpres, rekaman lama itu memperoleh kehidupan politik yang sama sekali baru.
Ubedilah Badrun bahkan sudah melontarkan kritik sejak pertengahan September. Ia menilai pembelaan Rocky terhadap gagasan sosialisme Prabowo menunjukkan perubahan posisi politik Rocky.
Ubedilah menggunakan ungkapan sangat keras, menyebut Rocky sebagai "antek Prabowo". Itu tentu penilaian politik Ubedilah, bukan fakta yang dengan sendirinya telah terbukti.
Laode M. Syarif juga melontarkan sindiran setelah perdebatan Rocky dengan Feri mengenai keterlibatan tentara dalam pertanian dan persoalan militerisasi ruang sipil.
"Konsisten cerdas itu ternyata mahal," tulis mantan Wakil Ketua KPK tersebut, sebelum melanjutkan sindirannya bahwa seseorang akhirnya dapat menjadi "dungu" juga.
Zainal Arifin Mochtar memilih bahasa lebih reflektif. Ia mengingatkan bahwa manusia berubah. Bahkan tulisan akademik mencantumkan tahun pada catatan kaki karena pemikiran seseorang dapat berubah.
Jokowi dapat berubah. Yusril dapat berubah. Rocky juga dapat berubah.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.