Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Nasihat tertutup mungkin jauh lebih efektif. Satu kalimat di ruang Presiden terkadang dapat mengubah kebijakan lebih cepat daripada seratus pidato di ruang publik.
Rocky sendiri menyebut salah satu perannya ialah mengolah persepsi publik supaya sama dengan persepsi Presiden.
Di sinilah kegelisahan itu menemukan alamatnya: kini siapa menerjemahkan siapa?
Ada pula harga demokratisnya. Masyarakat tidak selalu mengetahui apakah nasihat itu diberikan, seberapa keras disampaikan, dan apakah kekuasaan sungguh bersedia mendengarnya.
Bagi pengikut Rocky, rasanya seperti melihat sebuah lampu dipindahkan dari halaman menuju ruang dalam Istana. Ruangan di dalam mungkin menjadi lebih terang.
Namun pertanyaan mereka sederhana: apakah orang-orang yang tetap berdiri di luar pagar masih mendapatkan cahaya yang selama ini menerangi mereka?
Kontra-argumen terhadap seluruh kritik tersebut sangat kuat. Tanpa kontra-argumen ini, kritik terhadap Rocky justru berisiko berubah menjadi dogma baru yang tidak liberal.
Mengapa seorang pengkritik harus selamanya berada di luar? Mengapa seorang intelektual hanya dianggap murni selama tangannya tidak pernah menyentuh mesin pemerintahan?
Sejarah justru memperlihatkan sebaliknya. Václav Havel adalah penulis dan pembangkang komunis sebelum akhirnya memimpin Cekoslowakia dan kemudian menjadi Presiden Republik Ceko.
Lech Wałęsa berangkat dari galangan kapal Gdańsk, memimpin gerakan Solidarność melawan rezim komunis, lalu menjadi Presiden Polandia. Perlawanan akhirnya memasuki negara.
Fernando Henrique Cardoso bahkan lebih menarik. Ia sosiolog terkemuka, akademisi, dan penentang kediktatoran militer Brasil sebelum masuk politik dan akhirnya menjadi presiden.
Cardoso tidak berhenti menjadi intelektual ketika memasuki pemerintahan. Ia membawa pengetahuan akademiknya ke arena tempat teori harus berhadapan langsung dengan keterbatasan kenyataan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.