Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Tetapi ada perbedaan penting. Havel, Wałęsa, dan Cardoso masuk dengan mandat sendiri. Rocky masuk sebagai penasihat yang kursinya diberikan Presiden. Jarak kritis menjadi lebih sulit dijaga.
Meski demikian, memasuki kekuasaan bukanlah pengkhianatan. Bahkan dalam keadaan tertentu, menolak masuk kekuasaan dapat menjadi kemewahan moral yang tidak menghasilkan perubahan konkret.
Seorang dokter tidak kehilangan integritas karena memasuki ruang operasi. Ia kehilangan integritas jika mulai menutupi kesalahan di meja bedah. Demikian pula intelektual ketika memasuki ruang pengambilan keputusan.
Rocky dapat mengajukan pembelaan yang masuk akal: mengapa terus berteriak dari luar pagar jika tersedia kesempatan membisikkan koreksi langsung kepada Presiden?
Ia juga menegaskan Wantimpres mempunyai kedudukan etis, bukan teknis, termasuk membaca ekses kebijakan dan memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan pemerintah.
Pembelaan itu sah. Bahkan penting. Tetapi justru karena sah, ukuran pembuktiannya menjadi sederhana: apakah akses baru tersebut menghasilkan keberanian yang lebih efektif?
Masuk Istana tidak dengan sendirinya bermasalah. Persoalan baru muncul jika kedekatan kepada kekuasaan membuat standar moral terhadap kekuasaan menjadi lebih lunak daripada sebelumnya.
Karena itu, sejarah Havel, Wałęsa, dan Cardoso tidak membebaskan Rocky dari pertanyaan. Sejarah mereka justru menyediakan ukuran untuk menilai pilihan Rocky.
Yang menentukan bukan apakah seorang intelektual berada di luar atau di dalam kekuasaan. Yang menentukan adalah apa yang terjadi pada nuraninya setelah berpindah.
Namun analogi itu memiliki batas. Havel dan Wałęsa memasuki kekuasaan dengan mandat gerakan rakyat. Rocky masuk melalui penunjukan Presiden.
Perbedaan itu penting. Semakin dekat seorang intelektual kepada kekuasaan, semakin besar kewajibannya membuktikan bahwa akses tidak berubah menjadi ketergantungan.
Dua buku klasik membantu membawa perdebatan ini melampaui Rocky Gerung, menuju pertanyaan universal mengenai hubungan intelektual, kekuasaan, kebenaran, dan tanggung jawab moral.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.