BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Maret 2026

Sopir Truk Tolak Dilarang Operasi Siang Hari, Sempat Terjadi Demo di Parungpanjang

BITVonline.com - Kamis, 14 Maret 2024 09:24 WIB
Sopir Truk Tolak Dilarang Operasi Siang Hari, Sempat Terjadi Demo di Parungpanjang
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PARUNGPANJANG -Para sopir truk tambang yang biasa beroperasi di Jalan Raya Parungpanjang, Kabupaten Bogor, menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Parungpanjang. Mereka menuntut agar Pemerintah Kabupaten Bogor tetap memberlakukan jam operasional truk tambang pada siang hari, memicu kemacetan dan ketegangan di wilayah tersebut. Menurut Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, unjuk rasa tersebut terjadi pada Kamis (14/3/2024) malam, menyebabkan kemacetan parah yang baru terurai sekitar pukul 01.00 WIB.

“Demo mulai sekitar 21.30 WIB. Mereka jalan, menutup jalan. Terus mereka bubar itu sekitar jam 01.30 WIB,” ungkap Dadang.

Para sopir truk meminta agar uji coba operasional truk tambang pada siang hari tetap berlanjut, meskipun telah dihentikan karena banyaknya keluhan dari masyarakat dan meningkatnya kecelakaan. Dalam uji coba tersebut, truk tambang tanpa muatan dari Tangerang diperbolehkan masuk ke kawasan Parungpanjang mulai pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB. Namun, per Rabu (13/3), uji coba tersebut dihentikan karena adanya komplain dan kecelakaan yang terjadi.

“Karena kita kan sudah bikin kajian, di mana waktu diberlakukannya uji coba itu, dari masyarakat banyak yang komplain, terus kecelakaan, banyak hal lah ya. Uji coba kemarin berjalan sekitar dua bulan. Ditutup per kemarin, Rabu (13/3),” jelas Dadang.

Pemerintah Kabupaten Bogor berencana menggelar pertemuan dengan Forkopimda setempat untuk membahas masalah tersebut. Diharapkan, pertemuan tersebut akan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

“Kita akan lakukan pertemuan, mudah-mudahan Bupati bisa hadir, Kapolres bisa hadir, Dandim dan semua Muspida bisa hadir. Jadi nanti di situ ada keputusan,” ungkap Dadang.

Permasalahan ini mencerminkan ketegangan antara kepentingan ekonomi dan keselamatan masyarakat. Dengan adanya unjuk rasa dan perencanaan pertemuan, diharapkan masalah ini dapat diselesaikan dengan baik untuk kepentingan bersama.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru