Kemesraan Prabowo-Jokowi-Gibran Jadi Sinyal Politik 2029, Pengamat: PDIP Bisa Bangun Poros Alternatif
JAKARTA Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai PDI Perjuangan (PDIP) berpeluang membangun poros alternatif jika Prabowo
POLITIK
BITVONLINE.COM -Bulan Ramadan sering kali menjadi tantangan bagi banyak orang untuk tetap menjaga kebugaran tubuh, termasuk dalam menjalani rutinitas olahraga.
Salah satu jenis olahraga yang banyak dipilih adalah lari.
Namun, muncul pertanyaan, apakah aman dan diperbolehkan berlari saat berpuasa?
Menurut para ahli kesehatan, berlari saat puasa diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang tepat dan pada waktu yang sesuai.
Beberapa hal perlu diperhatikan agar tubuh tetap terjaga kesehatannya dan tidak mengalami kelelahan atau dehidrasi berlebih.
1. Pilih Waktu yang Tepat
Untuk menghindari kelelahan dan dehidrasi, waktu berlari saat puasa sebaiknya dipilih dengan hati-hati.
Berikut adalah beberapa waktu yang disarankan oleh ahli kesehatan:
- Sebelum sahur: Lari ringan sebelum sahur bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan memberikan energi yang cukup untuk bertahan sepanjang hari.
- Menjelang berbuka: Waktu terbaik untuk berlari adalah sekitar 30-60 menit sebelum waktu berbuka puasa. Setelah berlari, tubuh langsung bisa mendapatkan asupan cairan dan energi dari makanan berbuka.
- Setelah tarawih: Jika ingin melakukan lari dengan intensitas lebih tinggi, waktu setelah salat tarawih adalah pilihan tepat. Pada waktu ini, tubuh sudah mendapatkan energi dari makanan berbuka, sehingga bisa menjalani olahraga dengan lebih maksimal.
2. Pilih Intensitas Lari yang Sesuai
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan air dan makanan selama lebih dari 12 jam, sehingga berlari dengan intensitas tinggi bisa berisiko menambah dehidrasi.
Sebaiknya, pilihlah jenis lari yang ringan hingga sedang, seperti jogging atau lari santai.
Olahraga dengan intensitas ringan ini bisa menjaga kebugaran tubuh tanpa membebani kondisi tubuh yang sedang berpuasa.
3. Perhatikan Asupan Nutrisi
Penting untuk mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.
Fokuskan pada asupan karbohidrat kompleks, protein, serta cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
Konsumsi makanan yang mengandung banyak air, seperti buah-buahan, juga akan membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Secara keseluruhan, berlari saat puasa tetap aman dilakukan asalkan memperhatikan kondisi tubuh, memilih waktu yang tepat, serta mengatur pola makan dan hidrasi dengan baik.
Jika tubuh mulai merasa lemas atau pusing, disarankan untuk segera beristirahat dan tidak memaksakan diri.
Tetap sehat dan bugar selama Ramadan dengan olahraga yang bijak!
(cn/a)
JAKARTA Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai PDI Perjuangan (PDIP) berpeluang membangun poros alternatif jika Prabowo
POLITIK
JAKARTA Pengaduan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang selama enam bulan tak kunjung selesai akhirnya tuntas dalam waktu sekitar dua
NASIONAL
MOJOKERTO Kebakaran melanda bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timu
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Relawan kemanusiaan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanu
ENTERTAINMENT
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai praktik korupsi di sektor pendidikan bukan sekadar pelanggaran hukum. Lembaga antiras
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat 1,93 persen sepanjang perdagangan sepekan. IHSG ditutup pada level 6.525,690, naik
EKONOMI
BANDA ACEH Keputusan Presiden mengevaluasi kepemimpinan birokrasi di Aceh mendapat apresiasi dari pengamat kebijakan publik. Langkah ter
PEMERINTAHAN
JAKARTA Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimanta
NASIONAL
NIAS BARAT Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan anggaran Rp 5,3 miliar untuk merehabilitasi Puskesmas Mandrehe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengkhawatirkan adanya praktik pembelian rumah susun (rusun) untuk
EKONOMI