BREAKING NEWS
Selasa, 22 September 2026

Danau Toba Hadapi Ancaman Musim Kering, BMKG dan PJT I Gelar Modifikasi Cuaca

Administrator - Selasa, 22 September 2026 10:31 WIB
Danau Toba Hadapi Ancaman Musim Kering, BMKG dan PJT I Gelar Modifikasi Cuaca
Danau Toba, Sumatera Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Danau Toba, Sumatera Utara, menghadapi ancaman musim kering yang dapat memengaruhi ketersediaan air dan elevasi danau.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Operasi tersebut berlangsung selama 25 hari, mulai 21 September hingga 15 Oktober 2026.

Baca Juga:

Pelaksanaan OMC dilakukan melalui Bandara Silangit dengan sasaran Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba serta wilayah perairannya.

Direktur Operasional PJT I Milfan Rantawi mengatakan operasi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus menjaga ketersediaan air di Danau Toba.

"Operasi ini ditujukan untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus menjaga ketersediaan air dan elevasi Danau Toba pada kisaran 902,04 meter," ungkap Direktur Operasional PJT I Milfan Rantawi, Senin (21/9/2026).

Milfan mengatakan pelaksanaan modifikasi cuaca mempertimbangkan kondisi iklim yang berkembang.

Salah satunya adalah fenomena El Nino yang berpeluang mencapai intensitas moderat hingga kuat.

Selain itu, terdapat fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga Desember 2026.

"Wilayah DTA Danau Toba memasuki musim kemarau sejak pertengahan Mei dengan curah hujan pada Juli-Agustus diprediksi hanya 50-200 mm per bulan. Sifat hujan pada Agustus-Oktober juga diprediksi di bawah normal," ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaan OMC untuk membantu menambah pasokan air di kawasan Danau Toba.

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan pelaksanaan OMC pada September-Oktober telah mempertimbangkan kondisi atmosfer dan perkembangan musim hujan.

Operasi kali ini merupakan tahap kedua.

Pada tahap pertama, operasi modifikasi cuaca dinilai berhasil dengan tambahan air yang diperkirakan mencapai sekitar 48 juta meter kubik.

Namun, penyemaian awan tidak dapat dilakukan setiap saat.

Menurut Budi, operasi hanya dapat dilaksanakan apabila terdapat awan yang memenuhi syarat dan memiliki potensi menghasilkan hujan.

"Perencanaannya sudah sangat baik. Kenapa dilakukan September-Oktober, nantinya pada November yang biasanya hujan, debit air akan berkelanjutan," jelas Budi.

Dalam pelaksanaan OMC, bahan semai yang digunakan berupa garam atau natrium klorida (NaCl).

Bahan tersebut berfungsi sebagai inti kondensasi yang membantu proses pembentukan dan penggabungan butiran air di dalam awan.

Dengan proses tersebut, peluang terbentuknya hujan di wilayah sasaran dapat meningkat.

OMC di kawasan Danau Toba diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air selama periode musim kering sekaligus mempertahankan elevasi danau sebelum memasuki periode hujan yang diperkirakan lebih banyak pada November.* (d/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Banjir Terjang Berngam Binjai Saat Warga Terlelap, Ketinggian Air Capai 50 Cm
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Selasa 22 September 2026: Sebagian Besar Wilayah Cerah
Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Selasa 22 September 2026: Seluruh Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Selasa 22 September 2026: Sejumlah Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Selasa 22 September 2026: Sejumlah Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Selasa 22 September 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru