BREAKING NEWS
Rabu, 30 September 2026

Tugu Ampera Desa Kolam Jadi Pengingat Peristiwa 1965 di Sumatera Utara, Ini Sejarahnya

Adelia Syafitri - Rabu, 30 September 2026 18:50 WIB
Tugu Ampera Desa Kolam Jadi Pengingat Peristiwa 1965 di Sumatera Utara, Ini Sejarahnya
Tugu Ampera atau Tugu Pancasila di Dusun Sukom, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. (foto: Agung Panjang/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DELI SERDANG – Tugu Ampera atau Tugu Pancasila di Dusun Sukom, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi salah satu monumen yang berkaitan dengan sejarah kekerasan politik 1965.

Pengamat Sejarah Sumatera Utara, Eron L Damanik, mengatakan keberadaan Tugu Ampera di Kampung Kolam memiliki kaitan dengan rangkaian peristiwa yang terjadi setelah Gerakan 30 September (G30S) pada 1965.

"Tugu Ampera atau Tugu Pancasila di Kampung Kolam Deliserdang, maupun Monumen Bandar Betsi adalah dua lokasi monumen yang mengingatkan pada sejarah kelam republik di seputar peristiwa 65," ujar Eron, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga:

Desa Kolam dan Organisasi BTI

Eron menjelaskan, pada era 1960-an Desa Kolam merupakan wilayah perkebunan PTPN IX.

Kawasan tersebut disebut menjadi salah satu wilayah yang memiliki basis organisasi Barisan Tani Indonesia (BTI).

BTI merupakan organisasi yang pada masa itu berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan bergerak di kalangan petani serta buruh perkebunan.

Keberadaan organisasi tersebut membuat Desa Kolam kemudian menjadi salah satu lokasi yang terkait dengan konflik politik dan kekerasan setelah peristiwa G30S pada 1965.

Bentrokan pada Oktober 1965

Setelah peristiwa G30S di Jakarta, terjadi gelombang penindakan terhadap kelompok yang dikaitkan dengan PKI di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara.

Menurut Eron, pada Oktober 1965 terjadi operasi pembersihan terhadap orang-orang yang dianggap terkait dengan gerakan komunis di Kampung Kolam.

Operasi tersebut melibatkan sejumlah anggota Pemuda Pancasila (PP) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Terungkap Hasil Autopsi Sutrimo: Tak Ada Tanda Kekerasan, Meninggal karena Serangan Jantung Iskemik
Misteri Kematian Wakil Rektor IT&B Indonesia di Berastagi Terungkap, Begini Kronologinya
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Faktor Pemicunya
PSI dan Pertaruhan Politik Jokowi
Kisah Kelam G30S PKI: Dari 'Operasi Takari' Lubang Buaya Hingga Mengubah Peta Politik Indonesia
PSI Dinilai Masih Sulit Lolos ke DPR Meski Jokowi Resmi Jadi Kader
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
MBG, Masihkah Ada Kesempatan Kedua?

MBG, Masihkah Ada Kesempatan Kedua?

OlehDR. dr. Tan Shot Yen, M.humMAKAN Bergizi Gratis sejak dimulai pertama kali 6 Januari 2025 hingga akhir bulan September 2026 tercatat te

OPINI