Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Sedang monumen Ampera di Kampung Kolam, Deliserdang adalah ekses dari tewasnya dua anggota Pemuda Pancasila di peristiwa Kampung Kolam. Sebagaimana di ketahui, Pemuda Pancasila saat itu, dikenal kental republik dan nasionalis dan anti komunis. Namun, para serdadu rakyat yang terhasut provokasi dan agitasi komunis melakukan perlawanan kepada anggota PP yang melakukan pembersihan atas antek komunis," jelas Eron.
Dalam bentrokan tersebut, dua anggota Pemuda Pancasila, M. Jacob dan Anadlin Prawira, tewas. Jenazah keduanya ditemukan di Dusun Sukom.
Tugu Ampera Dibangun untuk Mengenang Korban
Tugu Ampera kemudian didirikan di lokasi ditemukannya jenazah kedua korban.
Monumen tersebut menjadi penanda peristiwa yang terjadi di Kampung Kolam pada Oktober 1965.
Eron mengatakan peristiwa tewasnya dua anggota Pemuda Pancasila tersebut juga pernah diangkat dalam film dokumenter Jagal atau The Act of Killing karya Joshua Oppenheimer.
"Pada kejadian Oktober 1965 itu dua orang anggota PP tewas. Kejadian tewasnya keduanya sudah difilmkan oleh Joshua berjudul Jagal di mana Anwar Kongo dan lain-lain menjadi pentolan PP saat itu," kata Eron.
Film tersebut mengangkat kesaksian dan rekonstruksi mengenai kekerasan massal di Indonesia pada periode 1965-1966.
Jadi Lokasi Renungan Suci
Hingga kini, Tugu Ampera masih digunakan sebagai lokasi Renungan Suci setiap 30 September malam.
Kegiatan tersebut digelar Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara untuk mengenang dua anggota mereka yang meninggal dalam peristiwa 1965.
Pada 2025, kegiatan Renungan Suci di lokasi tersebut dihadiri ribuan kader Pemuda Pancasila se-Sumatera Utara.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.