Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
PARIS –Keberhasilan Gregoria Mariska Tunjung meraih medali perunggu di Olimpiade Paris 2024 menjadi salah satu capaian penting bagi bulu tangkis Indonesia. Namun, pencapaian ini juga menyisakan tantangan besar bagi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam upaya meningkatkan kualitas dan regenerasi atlet tunggal putri.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, menilai bahwa PBSI harus mengambil langkah strategis untuk memperkuat program pembinaan tunggal putri. Menurut Susy, jarak pencapaian antara Gregoria dan Maria Kristin Yulianti yang meraih perunggu di Olimpiade Beijing 2008 sangat signifikan. Bahkan, jarak pencapaian antara dirinya yang meraih emas di Barcelona 1992 dengan Maria Kristin juga cukup jauh.
“Harus punya program pembinaan yang berkesinambungan, jangka panjang, pendek, menengah, itu harus mutlak. Dari zaman saya pun sama. Semakin banyak atlet yang disiapkan maka akan semakin baik karena persaingan lebih terselektif dan penyaringan itu bisa bikin atlet lebih waspada, enggak merasa aman bahwa sudah pasti terpilih,” ujar Susy dalam sebuah acara di Kudus, Jawa Tengah.
Susy menggarisbawahi pentingnya memiliki program pembinaan yang tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga memperhatikan aspek pengembangan jangka panjang. Menurutnya, PBSI harus memperkuat struktur pelatihan dengan mengintegrasikan berbagai tahapan pembinaan—baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Ini penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi global dan memaksimalkan potensi mereka.
“PBSI harusnya sudah tahu bagaimana mempersiapkannya. Tapi bagaimana pelaksanaannya, bagaimana pemilihannya, dan bagaimana program yang harus diterapkan, kerja tim harus bagus, masukan-masukan, bisa belajar dari sebuah kesuksesan dan kegagalan, itu yang harus dilakukan PBSI untuk Olimpiade 2028,” tambah Susy.
Susy, yang saat ini aktif sebagai bagian dari tim pencari bakat dalam Audisi Umum PB Djarum 2024, juga menyoroti pentingnya daya juang dan motivasi dari dalam diri atlet. Ia berpendapat bahwa aspek teknik dan kemampuan di lapangan sangat penting, namun sikap dan cita-cita tinggi juga memainkan peranan krusial dalam pencapaian atlet.
“Kita harus lihat dari background anak itu, cita-citanya apa. Kalau jadi juara Indonesia saja berarti anak ini hanya setengah, kita harus bercita-cita yang tinggi, jadi nomor satu, jangan jadi nomor dua atau tiga. Kita bisa tahu juga dari keseharian, disiplin, juara itu memang dilahirkan tapi juga ada bakat bawaan,” tuturnya.
Susy menekankan pentingnya pendekatan bertahap dalam pembinaan atlet muda. Proses pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan; melainkan harus dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan perkembangan atlet dari waktu ke waktu. Pelatih diharapkan untuk memiliki pengalaman yang cukup dalam mengelola dan memanage perkembangan anak-anak dalam program pelatihan.
“Kita harus lihat di situ dari dia bagaimana mengatasi masalah, bagaimana dia belajar, itu banyak sekali, harus step by step. Kita di sini lihat basic dulu, nanti pelatih akan berkala melihat apa yang harus ditingkatkan, ada program-program bertahap, tidak bisa anak kecil dikasih semua, itu juga merusak. Pengalaman dari pelatih itu juga yang bisa diterapkan untuk me-manage anak,” lanjutnya.
Dengan pandangan ini, Susy Susanti berharap PBSI dapat meningkatkan fokus dan kualitas pembinaan tunggal putri agar bisa meraih kesuksesan lebih besar di masa depan, termasuk pada Olimpiade Paris 2028 mendatang. Keberhasilan Gregoria Mariska menjadi salah satu motivasi untuk mendorong perubahan positif dalam pembinaan atlet bulu tangkis Indonesia.
(N/014)
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
JAKARTA Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong semakin tingginya kebutuhan tenaga ahli di
PENDIDIKAN
SIBOLGA Kebakaran hebat melanda Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Api yang membakar kaw
PERISTIWA
MEDAN Polres Samosir mengamankan dua personelnya yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Kedua ang
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah Brigade Kartini AMPI (DPD BKA) Kota Binjai terus menjalankan kegiatan sosial melalui program Jumat Berkah.
NASIONAL
BATU BARA Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara mengungkap dugaan peredaran narkotika golongan II jenis Etomidate atau yang dikenal se
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PTPN I Regional 1 mengungkap dugaan aktivitas penambangan galian C ilegal yang diduga berkedok program cetak sawah di areal Hak Gu
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian menutup sementara operasional pasar malam yang berada di Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Lau Dendang, Kecamatan Per
PERISTIWA
SAMOSIR Dua anggota Polres Samosir diamankan setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Keduanya merupakan Aipda ES d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai aktivitas politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
POLITIK