Bupati Rejang Lebong Diduga Minta Fee Proyek untuk THR Lebaran
REJANG LEBONG Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti dugaan praktik ijon proyek yang melibatkan Bupati Rejang Lebong, Muha
HUKUM DAN KRIMINAL
JABAR -Perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) semakin menarik perhatian dengan munculnya nama-nama baru yang berpotensi menggeser peta politik yang telah mapan selama ini. Dua figur yang kini menjadi sorotan adalah mantan Wali Kota Bogor, Bima Arya, dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Ilham Akbar Habibie, putra dari Presiden RI ke-3, BJ Habibie, yang baru saja mendapat restu dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) untuk maju di Pilgub Jabar.
Menurut pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Firman Manan, kehadiran kedua figur ini berpotensi mengubah dinamika politik di Pilgub Jabar. Bima Arya, yang telah menjabat sebagai Wali Kota Bogor selama dua periode, memiliki modal politik yang menjanjikan berdasarkan pengalaman dan prestasi yang telah ia raih.
“Figur-figur yang muncul pada Pilgub Jabar sebagian besar merupakan mantan bupati atau wali kota. Pengalaman dalam pengelolaan pemerintah ternyata menjadi variabel penting bagi pemilih. Kang Bima Arya tentunya memiliki potensi untuk meningkatkan elektabilitasnya dengan seriusitas yang dimilikinya,” ungkap Firman
Namun, Firman menyatakan bahwa tantangan serius dihadapi oleh Ilham Akbar Habibie. Meskipun mendapat restu dari NasDem, namun waktu yang semakin mendekat menuju pelaksanaan Pilgub Jabar membuatnya kesulitan untuk meningkatkan elektabilitasnya. Meskipun demikian, Firman menegaskan bahwa potensi tersebut masih terbuka, asalkan NasDem serius dalam menawarkan Ilham Habibie sebagai kandidat.
“Putra BJ Habibie ini akan menghadapi kesulitan karena minimnya rekam jejak lokal yang bisa meyakinkan pemilih di Jawa Barat. Namun, jika ada seriusitas dari NasDem, potensi itu masih terbuka lebar,” tambahnya.
Firman juga memberikan catatan terhadap kedua figur tersebut. Ia menyoroti bahwa partai yang mengusung Bima Arya dan Ilham Habibie merupakan partai menengah yang kemungkinan akan menghadapi kesulitan dalam membangun koalisi di Pilgub Jabar.
“PAN dan NasDem memiliki kursi yang tergolong sebagai partai menengah, sehingga akan kesulitan untuk membangun koalisi dengan partai yang memenangkan Pemilu. Mungkin potensi terbesar mereka adalah untuk menjadi calon wakil gubernur. Namun, jika elektabilitas mereka meningkat, maka segalanya masih mungkin,” tutupnya.
Dengan munculnya nama-nama baru seperti Bima Arya dan Ilham Akbar Habibie, Pilgub Jabar 2024 semakin menarik untuk diikuti. Dinamika politik yang berkembang di Jawa Barat menjadi sorotan utama bagi para pengamat politik dan masyarakat.
(N/014)
REJANG LEBONG Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti dugaan praktik ijon proyek yang melibatkan Bupati Rejang Lebong, Muha
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Empat Tahun Buron, Terpidana Kasus Cabul Akhirnya Ditangkap Kejati Aceh. Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Aceh ber
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, terkait kasus dugaan korup
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agus Sugiarto, memaparkan tujuh masalah mendasar yang masih di
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah memastikan tidak memberikan diskon tarif tol pada puncak arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meng
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan pihak PT Statika Mitra Sarana (SMS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan s
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan rencananya untuk melaksanakan Salat Idulfitri 2026 di luar Kota Medan. Loka
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Arfian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan Komisi III DPR RI, Rabu (11/3/2
NASIONAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pemerintah daerah wajib memasukkan program pembatasan akses media sosi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menegaskan target ambisiusnya untuk memperkuat pasar m
EKONOMI