Tak Hadir saat Pelantikan Wantimpres, Bagaimana Status Keanggotaan Ignasius Jonan dan Jacky Manuputty?
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA -Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyoroti kasus ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Sebanyak 307 ASN telah terbukti melanggar netralitas dan dijatuhi sanksi administratif.
“Isu netralitas ASN ini masih menjadi salah satu pelanggaran yang cukup dominan dalam Pilkada Serentak 2024. Ada sekitar 300 ASN yang terbukti melanggar dan sudah diberikan sanksi administratif,” ujar Bima dalam acara ekspose Indeks Kepatuhan Etik Penyelenggara Pemilu (IKEPP) Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Meski demikian, Bima menilai angka tersebut baru sebagian kecil dari permasalahan yang ada. Ia menyebutkan kemungkinan besar jumlah ASN yang tidak netral dalam Pilkada jauh lebih banyak dari yang terungkap.
“Bagaimanapun, angka ratusan ini mungkin saja fenomena gunung es. Yang terlihat dan diberikan sanksi ini hanya sebagian kecil, bisa jadi jumlah sebenarnya lebih besar. Tetapi, setidaknya sistem sudah berjalan dan kita telah memberikan contoh dalam menegakkan prinsip netralitas ASN,” jelasnya.
Eks Wali Kota Bogor itu juga menyinggung tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan saat ini. Ia mengacu pada hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam 100 hari kerja pertama cukup tinggi, terutama di bidang politik dan keamanan.
“Kinerja di bidang politik dan keamanan mendapat apresiasi tinggi dari publik, mencapai 85 persen, lebih baik dibandingkan bidang hukum, ekonomi, dan kesejahteraan sosial,” kata Bima.
Menurutnya, angka kepuasan ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), DKPP, serta aparat keamanan dari TNI-Polri yang berperan aktif dalam menjaga ketertiban selama proses Pemilu dan Pilkada.(KPRN)
(N/014)
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI
JAKARTA Jumlah anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan. Sebanyak 26
NASIONAL