Tito Karnavian Usul Tambah Dana Triliunan untuk Bencana Sumatera hingga Reformasi Pemilu
JAKARTA Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp6,27 triliun untuk tahun anggaran 2027. Dana itu dir
PEMERINTAHAN
SUMUT -Pada tahun ini, Sumatera Utara akan menjadi saksi dari ajang Pilkada 2024 yang menarik. Berbagai nama besar seperti Bobby Nasution, Edy Rahmayadi, Ahok, dan bahkan Musa Rajekshah (Ijeck) disebut-sebut akan meramaikan pertarungan politik di daerah tersebut. Dengan waktu yang semakin dekat, hanya tersisa empat bulan bagi beberapa partai politik untuk mempersiapkan kandidatnya guna menghadapi Pilkada serentak 2024 yang akan dihelat pada bulan November.
Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, telah menyatakan kesiapannya untuk berjuang dalam Pilkada 2024 jika diberi kepercayaan. Meskipun sebelumnya ia juga telah meraih kemenangan dalam pemilihan legislatif di DPR RI dapil Sumatera Utara pada bulan Februari lalu. “Ketika kita sudah memasuki arena politik, maka kita harus siap untuk berjuang. Terutama ketika menjadi calon kepala daerah, kita harus berjuang untuk memperoleh kepercayaan dan dukungan dari masyarakat Sumatera Utara, dengan cara yang benar,” ungkap Ijeck saat menjadi bintang tamu di Kardopa Medan.
Dari pengalaman Pilkada dan Pilpres sebelumnya, Ijeck menekankan pentingnya menjaga kondusifitas dalam masyarakat. Ia melihat Pilkada serentak sebagai momen yang penuh potensi baik. “Kita harus menjaga kekompakan di antara kita. Jangan sampai terpecah belah hanya karena perbedaan pendapat politik,” tambahnya.
Terkait dengan isu kemungkinan calon gubernur dari luar Sumatera Utara, seperti Ahok misalnya, Ijeck melihat hal tersebut sebagai hal yang wajar dan tidak perlu dipermasalahkan. “Tidak ada batasan secara hukum, yang penting calon tersebut adalah warga negara Indonesia. Semua orang memiliki hak yang sama, tidak peduli dari mana asalnya,” jelas Ijeck.
Namun, Ijeck juga menyoroti nilai emosional yang dimiliki oleh putra daerah bagi masyarakat Sumatera Utara. “Kandidat yang berasal dari daerah ini tentunya memiliki keunggulan tersendiri karena keakraban dan kedekatannya dengan masyarakat lokal,” tegasnya.
Sementara itu, menuju tahapan Pilkada yang akan berlangsung pada 27 November mendatang, Ijeck meminta agar masyarakat Sumatera Utara tetap menjaga kondusifitas. “Jangan terpancing dengan isu-isu yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan kita bersama. Mari kita berjuang dengan cara yang santun dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.
Sebagai penutup, Ijeck mengingatkan bahwa proses menuju Pilkada masih panjang dan membutuhkan kerja keras dari semua pihak. “Kita semua berdoa agar proses politik ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Sumatera Utara ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
(N/014)
JAKARTA Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp6,27 triliun untuk tahun anggaran 2027. Dana itu dir
PEMERINTAHAN
JAKARTA Konsep anggaran pertahanan di Indonesia dinilai perlu berubah dari sekadar biaya keamanan menjadi motor penggerak ekonomi nasion
EKONOMI
JAKARTA Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai potensi krisis ekonomi yang bis
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar subsidi ti
EKONOMI
JAKARTA Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai putusan Pengadilan Militer II08 Jakarta dalam kasus penyiraman air keras terhadap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum Presiden ke7 RI Joko Widodo menyatakan keyakinannya bahwa Roy Suryo dan sejumlah pihak yang terlibat dalam kasus du
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menanggapi peringatan Perserikatan BangsaBangsa (PBB) terkait potensi terjadinya krisis kelaparan bes
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan strategi khusus untuk memperkuat nilai tuk
EKONOMI
JAKARTA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp 2,8 triliun untuk tahun anggaran 2027. Tambahan
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menahan dua tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) lanjutan terkait kasus dugaa
HUKUM DAN KRIMINAL