BREAKING NEWS
Senin, 13 Juli 2026

Spanduk 60 Meter Dicopot, Cak Imin Mengungkap Perusakan Sistematis

BITVonline.com - Selasa, 06 Februari 2024 06:13 WIB
Spanduk 60 Meter Dicopot, Cak Imin Mengungkap Perusakan Sistematis
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA –Spanduk berukuran 60 meter bergambar pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, alias Cak Imin, menjadi korban pencopotan oleh orang tak dikenal di Kapanewon Playen, Gunungkidul. Kejadian ini mencuat sebagai bagian dari serangkaian perusakan spanduk yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk Banyuwangi dan Malang. Cak Imin, dengan nada prihatin, menyoroti upaya perusakan yang dianggapnya sebagai tindakan sistematis yang sulit dideteksi asalnya.

Dalam suasana di Banyuwangi, Jawa Timur, Cak Imin menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi ini, menyebut bahwa banyak spanduk Amin yang disingkirkan dengan cara yang sama di berbagai daerah, bahkan hingga terjadi pencopotan sebagian spanduk secara sistematis. Menurutnya, hal ini merupakan sebuah ancaman serius terhadap integritas demokrasi dan proses pemilu yang sedang berlangsung.

Cak Imin menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan atas kasus-kasus perusakan tersebut dan melaporkannya kepada Bawaslu serta pihak penegak hukum. Menurutnya, tindakan seperti ini tidak boleh dibiarkan tanpa tindakan tegas.

Kejadian pencopotan spanduk tersebut telah dilaporkan oleh relawan pendukung pasangan calon nomor urut 1 ke Bawaslu Gunungkidul. Laporan tersebut mencakup kronologi peristiwa serta bukti-bukti pemasangan dan hilangnya spanduk tersebut. Ketua Bawaslu Gunungkidul, Andang Nugraha, telah mengkonfirmasi penerimaan laporan tersebut dan menyatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Pencopotan spanduk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies-Muhaimin, menjadi sorotan di tengah masa kampanye pemilu yang sedang berlangsung. Kejadian ini menjadi bukti konkret dari tantangan dan dinamika politik yang dihadapi dalam proses demokrasi di Indonesia.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru