Raja Juli menegaskan bahwa pemanfaatan tanah ini tidak dilakukan dengan menghilangkan hutan secara besar-besaran. Ia menyebut bahwa metode agroforestri akan diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan tanpa merusak lingkungan.
"Bukan melakukan deforestasi, tetapi justru menerapkan metode tumpangsari atau agroforestri seperti yang sudah dipraktikkan oleh nenek moyang kita. Hutan yang kritis dan tandus akan ditanami kembali dengan pohon keras dan hasil hutan bukan kayu, sambil menanam tanaman pangan seperti jagung, padi gogo, dan sorgum," jelasnya.
Menurutnya, langkah ini akan membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional sekaligus kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar hutan.