Ramai Dipertanyakan, Wali Kota Medan Akhirnya Ungkap Alasan ke Luar Negeri
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan dirinya saat ini tengah berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Kepast
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Menteri Koperasi dan UKM yang juga Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, mengaku akan bertemu dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Hal ini diungkapkan Budi Arie usai menghadiri reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/2).
Ketika ditanya soal isu Jokowi ingin membentuk partai politik (parpol), Budi Arie enggan memberikan komentar lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya akan bertemu dengan Jokowi dalam waktu dekat.
"Ya, ini mau ketemu (Jokowi)," ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Meskipun tidak merinci agenda pertemuan, Budi Arie menekankan bahwa diskusi mereka akan membahas hal-hal terkait kepentingan negara. "Pokoknya untuk Indonesia, untuk negara, bangsa, dan rakyat," tambahnya.
Prabowo Beri Penghormatan untuk Jokowi di HUT ke-17 Gerindra
Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, memberikan penghormatan khusus kepada Jokowi dalam peringatan HUT ke-17 Partai Gerindra. Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Jokowi atas perannya dalam Pilpres 2024.
"Saya ingatkan kembali kepada Partai Gerindra bahwa kita sekarang benar-benar diberikan kepercayaan oleh masyarakat bersama Koalisi Indonesia Maju," ujar Prabowo di depan ribuan kader Gerindra dan para tamu undangan.
Lebih lanjut, Prabowo mengakui bahwa kemenangan yang diraih dalam Pilpres 2024 tidak lepas dari dukungan Jokowi. "Kita berhasil mendapat kepercayaan rakyat karena dukungan teman-teman Koalisi Indonesia Maju. Dan saya katakan di sini, kita berhasil karena didukung oleh Presiden ke-7 (Jokowi)," ungkapnya yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Sebagai bentuk penghormatan, Prabowo bahkan meneriakkan "Hidup Jokowi!" dan menyanyikan lagu ucapan terima kasih kepada mantan presiden tersebut. "Saudara sekalian, kita harus sesuai dengan nilai bangsa Indonesia, hormatilah mereka yang berjasa, mereka yang telah berbuat baik. Itu tradisi kita, itu adat kita. Semua pendahulu kita, semua presiden, semua wakil presiden punya jasa dan kebaikan," tuturnya.
Dengan dinamika politik yang terus berkembang, pertemuan Budi Arie dengan Jokowi serta penghormatan Prabowo terhadap mantan presiden menandakan masih eratnya hubungan politik di antara mereka. Publik kini menantikan langkah selanjutnya yang akan diambil dalam peta politik nasional.
(vv/a)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan dirinya saat ini tengah berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Kepast
PEMERINTAHAN
JAKARTA Di tengah kembali melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus kisaran Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat pada 2026, publik kembal
EKONOMI
BINJAI Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyebut peringatan Hari Ulang Tahun ke154 Binjai menjadi momentum penting untuk memperkua
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Polda Aceh membantah kabar yang beredar di sejumlah media terkait penetapan Bupati Aceh Timur, Iskandar AlFarlaky, sebagai t
NASIONAL
MEDAN Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mulai memeriksa sejumlah saksi dalam penyelidikan dugaan korupsi di
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemain Free Fire kembali berburu kode redeem terbaru yang dibagikan pada Minggu, 17 Mei 2026. Sejumlah kode masih aktif dan dapa
ENTERTAINMENT
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program priorit
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Timur membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika jenis obat keras ya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Timur membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika jenis obat keras ya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota negara dinilai tidak menghentikan pembangun
NASIONAL