Agung Baskoro juga mencatat bahwa ide pembentukan partai baru ini dapat memperkuat kedekatan Jokowi dengan PSI, yang selama ini dikenal dengan narasi "Jokowisme".
Ia bahkan menyebut bahwa ada kemungkinan Jokowi akan bergabung atau mengkooptasi PSI sebagai bagian dari Partai Super Tbk ini.
Sementara itu, peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Jati, menyatakan bahwa pembentukan partai merupakan langkah yang wajar bagi seorang tokoh politik yang ingin tetap eksis setelah masa jabatan.
Ia menjelaskan bahwa partai adalah sarana penting untuk menjaga kekuasaan politik di pemerintahan.
Wasisto menambahkan bahwa Partai Super Tbk akan menjadi partai yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.
Dengan konsep ini, Jokowi berupaya untuk menciptakan partai yang berbeda dari partai-partai lainnya yang lebih dominan dikuasai oleh figur atau faksi tertentu.
Jika terlaksana, partai ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang merasa tidak terwakili oleh partai-partai yang ada.
Namun, Wasisto juga mengingatkan bahwa untuk mewujudkan semangat "terbuka", partai ini harus didukung oleh pembiayaan yang merata dari para kader, bukan hanya oleh satu figur atau kelompok tertentu.