SERANG– Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa kebijakan sekolah gratis yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Banten merupakan langkah strategis dalam mengatasi kemiskinan di wilayah tersebut.
Hal ini disampaikannya dalam pernyataan resmi di Kota Serang, Senin (9/6/2025).
"Provinsi Banten lahir dengan tujuan utama mengurangi angka kemiskinan," ujar Andra.
Menurutnya, pendidikan merupakan kunci untuk memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemprov Banten menetapkan program sekolah gratis sebagai salah satu agenda prioritas yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025. Program ini menyasar siswa kelas 10 di SMA dan SMK swasta.
Andra menjelaskan bahwa seluruh biaya sekolah seperti SPP, uang pangkal, buku, hingga biaya gedung akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Meski menyadari pelaksanaan awal tidak akan sempurna, ia menegaskan bahwa program akan terus dievaluasi dan ditingkatkan.
"SPP, buku, uang pangkal, hingga biaya gedung kami tanggung sepenuhnya. Meski tidak sempurna di awal, program ini akan terus dievaluasi," tegasnya.
Sebanyak 811 sekolah swasta telah bergabung dalam program ini. Menurut Andra, keterbatasan daya tampung sekolah negeri menjadi alasan utama perluasan dukungan ke sektor swasta.
"Lewat program ini, tidak ada lagi praktik menitip siswa ke sekolah negeri. Itu justru menjadi akar dari praktik korupsi," ujarnya.
Untuk warga miskin ekstrem yang tercatat dalam data Kementerian Sosial, Pemprov Banten saat ini tengah merancang pendirian Sekolah Rakyat yang akan memberikan akses pendidikan secara lebih inklusif.
Gubernur Andra juga mengungkapkan bahwa Pemprov melakukan efisiensi anggaran melalui pemangkasan perjalanan dinas luar negeri dan kegiatan di hotel.
Dana yang dihemat dialihkan ke program prioritas seperti sekolah gratis dan pembangunan infrastruktur desa melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra.
Di sektor kesehatan, Pemprov Banten telah mempercepat pengoperasian RSUD Uwes Qorny di Lebak dan RSUD Moch Irsyad Djuwaeli di Pandeglang yang sempat terbengkalai selama tiga tahun.
Selain itu, Pemprov juga merencanakan pembangunan rumah sakit baru di Cibaliung dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024–2029.
Layanan kesehatan juga diperluas dengan peluncuran mobil klinik berbasis telemedisin, rumah singgah, serta ambulans untuk warga Banten yang berada di Jakarta.
"Ini bukan soal keberhasilan, tetapi fondasi bagi pemimpin Banten selanjutnya," pungkas Andra.*
(bs/j006)
Editor
:
Gubernur Banten Andra Soni: Sekolah Gratis Jadi Strategi Atasi Kemiskinan