BREAKING NEWS
Selasa, 26 Mei 2026

Indonesia Sepakat Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Nilai Kerja Sama Tembus Rp162 Triliun

- Jumat, 13 Juni 2025 14:35 WIB
Indonesia Sepakat Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Nilai Kerja Sama Tembus Rp162 Triliun
RI-Singapura Teken Tiga MoU Senilai Rp162 Triliun, Ada Ekspor Listrik Bersih. (foto: youtube)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pemerintah Indonesia resmi menyepakati ekspor listrik bersih ke Singapura melalui penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) strategis di bidang energi hijau.

Kesepakatan ini menjadi langkah besar Indonesia dalam memasuki pasar ekspor energi bersih di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa nilai dari keseluruhan kerja sama ini mencapai USD 10 miliar atau sekitar Rp162,97 triliun.

"Ini adalah kerja sama yang saling menguntungkan. Dunia kini mendorong pemanfaatan energi yang bersih dan berkelanjutan," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Tiga Kesepakatan Strategis:

Zona Industri Berkelanjutan

MoU pertama menyepakati pengembangan Sustainable Industrial Zone, kawasan industri ramah lingkungan yang akan dibangun di Indonesia dengan dukungan investasi dari Singapura.

Interkoneksi dan Perdagangan Listrik Lintas Batas

MoU kedua mencakup pembangunan jaringan listrik lintas negara serta penggunaan teknologi energi terbarukan dan rendah karbon, juga efisiensi dan konservasi energi.

Kerja Sama Penangkapan Karbon (CSS)

MoU ketiga menandai kolaborasi di bidang Carbon Capture and Storage (CCS) lintas batas. Jika terwujud, ini akan menjadi proyek CSS pertama di Asia Tenggara.

Bahlil menegaskan bahwa proyek ini akan membuka peluang besar bagi Indonesia, mengingat Singapura memiliki pasar dan Foreign Direct Investment (FDI) yang besar. "Kita punya listrik bersih dan potensi penangkapan karbon. Singapura punya pasar. Ini kolaborasi cerdas," katanya.

Meski belum diumumkan secara resmi, lokasi kawasan industri hijau di Indonesia masih dalam tahap evaluasi.

Dampak Positif:

Mendorong penggunaan energi terbarukan nasional

Meningkatkan nilai tambah ekspor Indonesia

Menguatkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam transisi energi global

(oz/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru