Baterai iPhone Boros & Cepat 'Bocor'? Jangan Panik, Coba 7 Trik Ampuh Menghemat Daya Ini
JAKARTA Baterai iPhone cepat habis bisa mengganggu aktivitas, terutama ketika pengguna sedang bepergian dan tidak memiliki akses ke sumber
SAINS DAN TEKNOLOGI
SLEMAN –Gus Miftah Maulana Habiburrahman, yang dikenal dengan panggilan Gus Miftah, mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima gaji sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Hal ini ia sampaikan dalam pernyataan pengunduran dirinya di Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/12).
Menurut Gus Miftah, meskipun telah menjabat selama satu bulan setengah, ia belum menerima gaji dari negara. “Saya dianggap menjadi pejabat baru satu bulan setengah, artinya sampai hari ini pun saya belum menerima gaji dari negara,” ujar Gus Miftah. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa ia belum memanfaatkan fasilitas negara apapun, termasuk rumah dinas. “Alhamdulillah, saya belum menggunakan fasilitas negara, termasuk rumah dinas. Apa yang melekat dalam diri saya itu sudah ada jauh hari, termasuk jam tangan saya, itu bukan fasilitas negara,” tambahnya.
Pengunduran diri Gus Miftah dari jabatannya tersebut terjadi setelah munculnya kontroversi terkait pernyataannya yang merendahkan seorang pedagang es teh. Ia menyatakan bahwa keputusan mundur bukanlah sebuah kemunduran, melainkan sebagai langkah awal untuk terus berkontribusi lebih luas kepada bangsa dan negara Indonesia. “Sebagai seorang pendakwah dan pelayan umat, saya merasa bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara Indonesia, tidak terbatas pada satu jabatan dan kedudukan semata, tetapi mencakup seluruh ruang di mana saya bisa memberikan manfaat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Miftah juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan amanah dan kepercayaan padanya. Ia menyatakan, meskipun tidak berhasil memenuhi harapan yang ditetapkan, ia merasa terhormat atas kesempatan yang diberikan oleh Presiden Prabowo. “Saya seorang anak yang berlatarbelakang dari jalan, yang bergaul dengan dunia marjinal, dunia premanisme, dan klub malam, telah diangkat derajat setinggi-tingginya oleh Bapak Presiden adalah anugerah yang luar biasa,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Gus Miftah juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, menyadari bahwa sebagai manusia biasa, dirinya tidak luput dari kekurangan dan kekhilafan. “Saya mohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam karena kebenaran adalah milik Allah SWT,” katanya.
Keputusan mundur dari jabatan tersebut juga diiringi dengan keyakinan bahwa ini bukan akhir dari pengabdiannya, melainkan sebuah awal dari cara baru untuk memberikan kontribusi kepada negara. Gus Miftah berharap bisa terus berperan aktif dalam masyarakat, meskipun tanpa jabatan formal.
Dengan pengunduran dirinya ini, Gus Miftah berharap agar segala keputusan yang diambil bisa memberikan manfaat dan pembelajaran bagi semua pihak.
(N/014)
JAKARTA Baterai iPhone cepat habis bisa mengganggu aktivitas, terutama ketika pengguna sedang bepergian dan tidak memiliki akses ke sumber
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Pemerintah menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kepala Ba
POLITIK
KUTACANE Banjir dan tanah longsor menerjang tiga desa di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras. Benc
PERISTIWA
JAKARTA Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI) meminta pemerintah mengkaji ulang wacana siswa tidak lagi otomatis naik kelas mula
PENDIDIKAN
JAKARTA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan tambahan dana investasi hingga US 1 miliar atau sekitar R
EKONOMI
JAKARTA Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo membandingkan latar belakang pendidikan Presiden ke3 RI BJ Habibie deng
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahmi Akbar Ikatan Keluarga Aceh
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra enggan mengomentari putusan Mahkamah Kons
NASIONAL
MEDAN Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 17 siswa SD Negeri 060870 Medan mendapat sorotan dari DPD PDI Perjuangan Su
PERISTIWA
MEDAN Kondisi siswa SD Negeri 060879 Medan yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membaik
PERISTIWA