Mendoyo dan Pekutatan Jadi Titik Akhir Roadshow PSBS PADAS 2025, Bali Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
- Jumat, 28 November 2025 00:56 WIB
Menjadi lokasi terakhir roadshow Sosialisasi Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Palemahan KedasTahun 2025. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JEMBRANA, BALI – Dua kecamatan di Kabupaten Jembrana, yakni Mendoyo dan Pekutatan, menjadi lokasi terakhir roadshow Sosialisasi Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS) Tahun 2025.
Kegiatan ini menutup rangkaian sosialisasi di 57 kecamatan se-Bali.
Sosialisasi di Mendoyo, yang digelar di GOR Banjar Kebebeng, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kamis (27/11), menghadirkan Duta PSBS Provinsi Bali, Putri Koster.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengulangi kesalahan seperti di TPA Suwung Denpasar, yang menumpuk sampah hingga menggunung.
Menurutnya, sistem pembuangan terbuka dan pembakaran sampah justru menimbulkan zat beracun berbahaya bagi kesehatan.
"Leluhur kita telah mewariskan wejangan yang sangat bagus untuk kita lakukan dalam menjaga alam.
Jangan kita langgar," tegas Putri Koster, yang juga Ketua TP PKK Provinsi Bali, sembari mengutip wejangan Bhisama Lontar Batur Kelawasan tentang pentingnya menjaga gunung dan laut serta kelestarian lingkungan.
Dalam sosialisasi ini, Putri Koster juga menekankan pentingnya implementasi regulasi pengelolaan sampah, mulai dari Perda Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2011 hingga Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.
Sistem ideal yang diterapkan adalah pemilahan sampah organik di sumbernya, sementara sampah anorganik diselesaikan oleh desa melalui TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle).
Konsep inovatif Teba Modern, yang mengubah lubang tradisional menjadi komposter berbahan beton dengan penutup, diperkenalkan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Kecamatan Mendoyo sendiri telah memiliki lima TPS3R dan sejumlah Teba Modern di kantor desa/kelurahan.
Di Pekutatan, sosialisasi berlangsung di Wantilan Pura Puseh, Desa Gumbrih. Kepala Seksi PMD Kecamatan Pekutatan, I Made Dwi Supadnyana, menyebutkan, total terdapat 96 unit Teba Modern di berbagai lembaga, sekolah, fasilitas kesehatan, kantor desa, dan lembaga adat. ASN setempat juga aktif membuat unit Teba Modern dan compost bag sebagai sarana edukasi dan praktik pengolahan sampah di rumah tangga.
I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi dari Tim Percepatan PSBSPADAS menekankan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi limbah dan meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai.