Pj Sekdaprovsu Sulaiman Harahap pada pertemuan Forum Strategis dengan seluruh pimpinan OPD Pemprovsu di Aula Mess Pemprovsu Pora-pora Parapat Kab. Simalungun, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
SIMALUNGUN – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang efektif di 42 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurut Sulaiman, pengelolaan yang baik akan memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar, serta mencegah adanya program yang bermasalah dibiarkan.
Pernyataan ini disampaikan Sulaiman saat memberikan arahan pada Forum Strategis Penyelarasan Persepsi dan Penguatan Komitmen Seluruh Kepala Perangkat Daerah Provinsi Sumut, di Aula Mes Pora-Pora Tengku Rizal Nurdin, Parapat, Sabtu malam (10/1/2026).
"Jika ada kegiatan yang bermasalah, harus dihentikan, direvisi, atau dialihkan sesuai kebutuhan," kata Sulaiman.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan sangat bergantung pada kesamaan persepsi, integritas, kecepatan, ketepatan kerja, dan keberanian kepala OPD untuk berubah.
Lebih jauh, Sulaiman menegaskan, setiap pejabat harus bertanggung jawab penuh atas masalah yang terjadi, tanpa saling menyalahkan pihak lain atau pejabat sebelumnya.
Ia menekankan pengelolaan anggaran harus lebih baik dan tepat sasaran demi kemajuan Sumut.
"Mari kita bekerja secara kolaboratif, bukan sendiri-sendiri. Semua program OPD harus saling melengkapi," ucapnya menutup arahan, sekaligus mengajak seluruh peserta menatap 2026 dengan optimisme.
Sebelumnya, para peserta forum menerima paparan dari sejumlah narasumber penting.
Direktur Fasilitasi Penanganan Bencana dan Pengungsi BNPB, Nelwan Harahap, menekankan pemulihan pascabencana sebagai instrumen penting pemulihan ekonomi, yang harus didukung kolaborasi antar-OPD.
Direktur Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Bappenas, Dail Umamil Asri, memaparkan strategi implementasi program strategis nasional melalui sinkronisasi prioritas pembangunan pusat dan daerah.
Sementara motivator Yopi Adinata mendorong peserta menurunkan ego, bekerja kreatif, inisiatif, dan inovatif melalui sesi ice breaking untuk memperkuat semangat kolaborasi.