BREAKING NEWS
Sabtu, 18 April 2026

Batangtoru Kritis: Pemerintah Diminta Normalisasi Sungai dan Stabilkan Jembatan Trikora

Indra Saputra - Senin, 02 Maret 2026 14:27 WIB
Batangtoru Kritis: Pemerintah Diminta Normalisasi Sungai dan Stabilkan Jembatan Trikora
Hasil pantauan udara menunjukkan vegetasi hutan menyusut drastis, sehingga daya serap air hujan menurun. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN – Kondisi Hutan Batangtoru kini kritis. Aktivitas ekstraktif, termasuk pertambangan emas, PLTA, dan perkebunan sawit, ditambah penebangan liar, menggerus paru-paru hijau Sumatera Utara tersebut.

Degradasi hutan ini berdampak pada Sungai Batangtoru yang kini kumuh, tercemar, dan berpotensi menimbulkan bencana ekologi.

Hasil pantauan udara menunjukkan vegetasi hutan menyusut drastis, sehingga daya serap air hujan menurun.

Baca Juga:

Saat musim hujan, debit sungai meluap membawa lumpur dan sampah kayu, sedangkan di musim kemarau, sungai tampak dangkal dan keruh.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan. Batangtoru dulu dikenal dengan kelestariannya dan sungai sebagai 'cermin alam', kini hutan hilang, sungainya kumuh. Ancaman bencana ekologis kerap mengintai masyarakat," kata Hendra Hasibuan, Ketua DPW Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumatera Utara.

Ekosistem Batangtoru menjadi sumber kehidupan ribuan warga dari hulu hingga hilir dan rumah bagi satwa langka, seperti Orangutan Tapanuli dan Harimau Sumatera.

Namun aliran sungai kini dipenuhi sampah, limbah pertambangan, dan sisa banjir bandang, mempercepat erosi dan mengancam pemukiman serta lahan pertanian.

Ancaman paling nyata saat ini menimpa Jembatan Trikora. Longsor di bantaran Sungai Batangtoru akibat hujan deras mengikis penopang jembatan, berisiko memutus akses utama ekonomi dan pendidikan warga.

"Kami mendesak pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memperkuat tebing sungai, normalisasi aliran, serta pemasangan beronjong agar jembatan tidak ambruk," ujar Hendra Hasibuan, yang juga Koordinator JAMM (Jaringan Advokasi Masyarakat Marjinal).

Jembatan Trikora menjadi simbol bersejarah Kabupaten Tapanuli Selatan sekaligus jalur vital bagi mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Masyarakat berharap langkah cepat pemerintah dapat mencegah potensi bencana susulan.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Khamenei Tewas Diserang AS–Israel, Presiden Iran: Kejahatan Besar Tak Akan Tanpa Balasan
Gubernur Koster Saksikan Pagelaran Seni dan UMKM, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali
Konflik Tanah Adat PLTA Pakkat: Bupati Humbahas Turun Tangan, Pastikan Hukum dan Investasi Tetap Terjaga
DBFD 2026 di Denpasar, Ajang Kebangkitan Fashion dan Tenun Bali
Ancaman dari Timur Tengah: Trump Tuding Iran Bangun Rudal Antarbenua
Menaker Yassierli Desak PT ASL Shipyard Tuntaskan Pelanggaran K3 sebelum Mei 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru