Wayan Koster mendampingi Hanif Faisol Nurofiq dalam kunjungan ke dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di wilayah Badung, Kamis (5/3). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Di Desa Bongkasa Pertiwi, sistem pemilahan sampah diterapkan secara disiplin: sampah organik diangkut pada hari Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu, sedangkan sampah residu atau B3 diangkut Selasa dan Jumat.
Warga yang tidak mematuhi pemilahan mendapat stiker peringatan, sementara warga patuh akan mendapat apresiasi dari desa.
Perbekel Bongkasa Pertiwi, I Nyoman Buda, menyebut dari hampir 800 kepala keluarga, baru 16 KK memiliki teba modern, dengan 100 unit tambahan sedang dalam proses. Desa ini juga memiliki 44 unit biogas sehingga lingkungan terlihat asri, bersih, dan tertata.
"Kami menekankan warga wajib memilah sampah dari sumber. Sistem angkut berdasarkan jenis sampah mempermudah pengelolaan di TPS3R, sehingga yang masuk ke TPA Suwung hanya residu," kata Faisol.
Di TPS3RPudak Mesari, Faisol menanyakan anggaran dan keberlanjutan pengelolaan TPS3R, menekankan desa lain juga bisa mengembangkan model serupa.
Program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di kedua TPS3R ini bertujuan mengurangi timbunan sampah, memanfaatkan kembali bahan, dan mengolah sampah secara optimal agar TPA Suwung tidak terbebani.
Menteri Faisol juga meminta pengawasan rutin di lapangan agar pemilahan dan pengolahan sampah berjalan efektif.*
(dh)
Editor
: Adam
Gubernur Bali Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Dorong Setiap Rumah Miliki Teba Modern