BREAKING NEWS
Minggu, 15 Maret 2026

BRIN Manfaatkan Teknologi Iradiasi Nuklir AEET untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Nurul - Minggu, 15 Maret 2026 12:00 WIB
BRIN Manfaatkan Teknologi Iradiasi Nuklir AEET untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional. (Foto: Dok. brin)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan teknologi iradiasi nuklir melalui fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET).

Fasilitas yang terletak di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) G.A. Siwabessy, Pasar Jumat, Jakarta, ini diharapkan dapat mendukung berbagai program pemerintah, terutama dalam hal keamanan pangan dan peningkatan kualitas ekspor produk pangan.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa teknologi electron beam (E-Beam) yang digunakan dalam fasilitas AEET memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan teknologi iradiasi lainnya, seperti gamma dan sinar-X. Teknologi ini terbukti lebih cepat, lebih efisien, dan lebih mudah dikontrol untuk berbagai kebutuhan sterilisasi produk.

Baca Juga:

"Fasilitas AEET mampu melakukan proses sterilisasi hingga 25 ton produk dalam waktu sekitar 1,5 jam, menjadikannya salah satu fasilitas yang efisien untuk mendukung kebutuhan industri, terutama di sektor pangan, kesehatan, dan kosmetik," ungkap Arif Satria dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).

Meningkatkan Kualitas dan Masa Simpan Produk Pangan

Arif menambahkan bahwa AEET berperan penting dalam meningkatkan kualitas ekspor produk pangan serta mendukung program makan bergizi nasional.

Salah satu manfaat utama teknologi ini adalah memperpanjang masa simpan bahan pangan, termasuk beras, rempah-rempah, makanan siap saji, hingga produk konsumen lainnya. Sterilisasi yang dilakukan dengan AEET dapat membuat produk tersebut memiliki daya simpan hingga ratusan hari.

"Produk yang dapat diproses melalui fasilitas ini termasuk bahan pangan, bahan baku kosmetik, produk kesehatan, dan bahan baku produk konsumen. Ini menunjukkan bahwa teknologi dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan dan sektor industri lainnya," jelas Arif.

Dampak Ekonomi Positif untuk Negara

Kerja sama antara BRIN dan industri dalam pengelolaan fasilitas AEET diharapkan juga akan menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan.

Selama lima tahun masa kolaborasi, diperkirakan pendapatan yang dihasilkan mencapai sekitar Rp247 miliar, yang sebagian di antaranya akan berkontribusi pada penerimaan negara.

"Fasilitas AEET ini tidak hanya menguntungkan bagi sektor pangan, tetapi juga menunjukkan bagaimana penelitian dan teknologi dapat berkolaborasi dengan industri untuk meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat ekosistem inovasi nasional," kata Arif Satria.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tahanan Narkoba Tewas dalam Kecelakaan Setelah Kabur dari PN Stabat, Terlibat Peredaran 2.971 Ekstasi
Budaya Hukum Jadi Kunci Kepercayaan pada Polri, Peneliti BRIN: Di Belanda, Masalah Diselesaikan Warga Sebelum Polisi Turun Tangan
Fenomena Panas Ekstrem, PMI Medan dan Palang Merah Amerika Audiensi dengan Pemko untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Kota
Pasar Terkerek, Rupiah Ditutup Lebih Kuat Didukung Sentimen Geopolitik
BRIN Prediksi Idul Fitri 1447 H Berpotensi Jatuh pada 21 Maret 2026
Pohon Tumbang Tutup Jalan Mulawarman Denpasar, Polsek Utara Lakukan Pengamanan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru