Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, humanis, serta mempertimbangkan aspek estetika dalam proyek penataan trotoar yang sedang dijalankan di beberapa titik di Kota Medan.
Dalam rapat yang diadakan di rumah dinasnya pada Kamis (2/4/2026), Wali Kota menyatakan bahwa pembangunan trotoar harus memperhatikan kualitas yang akan bertahan lama dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
"Pembangunan Medan harus mempunyai konsep yang benar. Sekali dibangun, harus bertahan lama," tegas Rico Waas di hadapan Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, dan sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya.Baca Juga:
Ia menambahkan, desain trotoar tidak boleh seragam di seluruh wilayah, melainkan harus menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan setiap kawasan.
Rico Waas menekankan bahwa perencanaan trotoar harus memperhitungkan keadaan setiap blok jalan.
Desain trotoar harus fleksibel, disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lokasi.
"Perencanaan itu harus menyesuaikan kondisi di lapangan. Jangan dipaksakan sama semua, lihat per blok dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing," ujarnya.
Selain itu, Wali Kota Medan juga mengingatkan pentingnya peran para perencana untuk menyelaraskan desain infrastruktur dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kualitas trotoar ke depan harus lebih ditingkatkan.
"Jangan lagi kita bangun trotoar biasa. Skala Kota Medan harus naik, kualitasnya juga harus naik," katanya dengan tegas.
Rico Waas juga menekankan agar pembangunan trotoar ke depan harus memperhatikan berbagai aspek penting, mulai dari penggunaan material yang berkualitas, sistem drainase yang baik, hingga pencahayaan yang memadai.
Tidak kalah penting, adalah perhatian terhadap aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, yang menjadi bagian dari infrastruktur yang inklusif.
"Trotoar itu bukan sekadar jalan kaki, tetapi harus ada ruang hijau, penerangan, dan akses yang baik untuk semua, termasuk penyandang disabilitas," tambahnya.
Wali Kota Medan juga mengingatkan agar pekerjaan penataan trotoar tidak terburu-buru dan dilakukan dengan perencanaan yang matang.
Pasalnya, kurangnya perencanaan dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
"Jangan sampai kita hanya menutup jalan tanpa perencanaan yang baik. Masyarakat jadi tidak nyaman," ujar Rico Waas.
Rico Waas meminta agar setiap titik pekerjaan dirancang secara detail, termasuk memperhatikan kondisi jalan yang sempit maupun kebutuhan untuk parkir kendaraan.
"Semua harus direncanakan secara detail dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Intinya, kita ingin hasil yang terbaik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.
Sebagai langkah awal, beberapa ruas jalan yang direncanakan untuk dilakukan penataan trotoar antara lain Jalan HM Yamin, Jalan Zainul Arifin, Jalan Juanda, Jalan Monginsidi, Jalan Setia Budi, Jalan Masjid Raya, Jalan Mahkamah, dan Jalan Brigjen Katamso.
Penataan ini juga mencakup kawasan penting seperti Masjid Raya Al Mashun dan Istana Maimun, yang merupakan area vital di Kota Medan.
Dengan penataan yang terencana dengan baik, Pemko Medan berharap trotoar tidak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas infrastruktur kota yang lebih nyaman, aman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.*
(ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL