Ia berharap Samudera menjadi titik awal perkembangan industrikreatifMedan, tidak hanya di bidang film tetapi juga musik dan seni lainnya yang lahir dari talenta lokal.
Sementara itu, sutradara Samudera, Egi Fauzi Fahreza, mengatakan film tersebut tidak hanya bertujuan sebagai hiburan, tetapi juga membawa pesan lingkungan dan sosial.
Ia menyebut salah satu isu utama yang diangkat adalah kerusakan ekosistem laut akibat praktik penangkapan ikan yang merusak, yang ia saksikan langsung di kawasan Mandailing Natal.
"Kami menyaksikan sendiri terumbu karang yang luasnya berhektare-hektare hancur akibat penggunaan pukat trawl," kata Egi.
Selain isu lingkungan, film tersebut juga menyisipkan pesan moral kepada generasi muda agar menjauhi narkoba dan memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.*