Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Suasana khitanan massal yang digelar Komunitas Sah-Rizki di Gedung PKK Kota Medan, Selasa, 9 Juni 2026, berlangsung meriah.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas atau Rico Waas yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak puluhan anak peserta khitanan mengikuti kuis ringan sebelum menjalani proses sunat.
Kehadiran Rico Waas membuat suasana yang semula tegang berubah menjadi penuh canda dan tawa.
Baca Juga:
Sebanyak 42 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial Komunitas Sah-Rizki, bersama donor darah dan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Ini anak-anak sudah siap semuanya?" tanya Rico Waas kepada peserta.
"Siap!" jawab anak-anak serempak.
Salah seorang peserta, Muhammad Ridho, maju ke depan saat dipanggil. Bocah berusia 13 tahun itu tampak gugup ketika menjawab pertanyaan dari wali kota.
Saat ditanya mengenai tempat tinggalnya, Ridho sempat terdiam hingga peserta lain membantu menjawab bahwa ia berasal dari Kecamatan Medan Deli.
Suasana semakin cair ketika Rico Waas menanyakan alasan Ridho ingin disunat. Setelah beberapa saat berpikir, Ridho menjawab singkat, "Biar sehat."
Jawaban itu disambut tepuk tangan para peserta dan undangan yang hadir.
Rico kemudian menawarkan uang saku jika Ridho mampu menjawab pertanyaan berikutnya mengenai pemain sepak bola favorit.
Dengan lebih percaya diri, Ridho menyebut sejumlah nama pesepak bola dunia seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Kylian Mbappe.
Jawaban tersebut kembali mengundang tepuk tangan dari peserta lain.
"Semangat untuk sunatnya, ya. Jangan takut," kata Rico Waas.
"Enggak," jawab Ridho mantap.
Keceriaan berlanjut saat peserta lain, Ali Yusuf Pasaribu, maju ke depan. Anak berusia 12 tahun yang duduk di bangku kelas VI sekolah dasar itu memperkenalkan diri dengan lancar.
Ali berhasil menjawab pertanyaan mengenai jumlah kecamatan dan kelurahan di Kota Medan. Ia menyebut Kota Medan memiliki 21 kecamatan dan 151 kelurahan.
Jawaban tersebut membuat Rico Waas terkejut sekaligus kagum.
"Luar biasa," ujarnya.
Dalam sambutannya, Rico Waas mengapresiasi Komunitas Sah-Rizki yang dinilai tidak hanya aktif dalam pemberdayaan ekonomi melalui UMKM, tetapi juga konsisten menjalankan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, khitanan massal bukan hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, melainkan juga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda.
"Hubungan sosial seperti ini sangat baik untuk terus dilakukan. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi anak-anak kita semuanya," kata Rico.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Sah-Rizki Novita Sari, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta para camat se-Kota Medan.
Selain khitanan massal, panitia juga menyalurkan santunan kepada ibu tunggal sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Di akhir acara, Rico Waas menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Medan.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.