Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyentil keras sejumlah kepala desa yang tidak menghadiri kegiatan pelatihan Pencarian dan Pertolongan Permukaan Air tahun 2026 yang digelar Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Bobby menilai kehadiran aparatur desa dalam pelatihan kebencanaan sangat penting sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana di daerah.
"Yang ini kepala desa ada yang bandel, ada yang enggak mau ikut," kata Bobby dalam sambutan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca Juga:
Ia menyebut telah mengantongi daftar kepala desa yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Bahkan, Bobby secara terbuka menyebut salah satu daerah asal peserta yang absen.
"Saya sebut saja daerahnya Langkat," ujarnya.
Selain kepala desa di Langkat, Bobby juga menyoroti adanya oknum lurah di Kota Medan yang disebut tidak kooperatif meski sudah dihubungi oleh panitia pelatihan.
"Padahal itu sudah ditelpon, tapi laporannya dia enggak mau ikut," kata Bobby.
Ia menegaskan nama-nama aparatur yang tidak mengikuti pelatihan akan dicatat sebagai bahan evaluasi.
"Nah, ini nama-namanya akan dicatat," ujarnya.
Di sisi lain, Bobby memberikan apresiasi kepada para kepala desa yang tetap hadir mengikuti pelatihan kebencanaan tersebut.
Menurutnya, partisipasi mereka sangat penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah rawan.
Sebagai bentuk penghargaan, Bobby menyatakan akan memberikan insentif khusus kepada peserta yang aktif mengikuti kegiatan tersebut.
"Yang mau ikut kita apresiasi," katanya. "Saya sudah sebutkan (akan beri insentif), jangan tidak dikasih. Malu saya."
Saat ditanya soal besaran insentif, Bobby enggan menjelaskan secara rinci dan menyebut masih bersifat internal.
"Masih rahasia," ujarnya singkat.
Ia menegaskan bahwa insentif tersebut bukan sekadar bentuk penghargaan, tetapi bagian dari upaya memperkuat peran kepala desa sebagai pihak yang berada di garis depan dalam penanganan kedaruratan.
"Insentif ini bukan hanya sekadar hadiah, tapi mereka merupakan garda terdepan yang imbalannya membantu nyawa masyarakat," kata Bobby.
Berdasarkan data penyelenggara, sekitar 50 kepala desa dari berbagai daerah tercatat hadir dalam pelatihan tersebut.
Kegiatan ini diikuti unsur Basarnas dan pemerintah daerah, serta dibuka langsung oleh Kepala Basarnas Mohammad Syafii dan Ketua DPRD Sumut Erni Sitorus.
Pelatihan yang dipusatkan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, itu difokuskan pada peningkatan kemampuan pencarian dan pertolongan di permukaan air sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.*
(tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.