Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
ACEH TENGGARA – Pemerintah melalui Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. Sejumlah proyek strategis seperti tanggul pengaman sungai, jalan, hingga jembatan dikebut guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.
Di Kabupaten Gayo Lues, perhatian difokuskan pada pembangunan tanggul pengaman sungai yang berfungsi melindungi kawasan permukiman dan lahan produktif warga. Mengingat tingginya curah hujan di wilayah tersebut, Satgas meminta agar pekerjaan yang semula ditargetkan rampung pada Agustus mendatang dapat dipercepat.
Langkah tersebut dilakukan agar perlindungan terhadap masyarakat dapat segera dirasakan sebelum memasuki puncak musim penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko banjir dan kerusakan lahan pertanian.
Baca Juga:
Sementara itu, di kawasan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Satgas meninjau langsung progres pembangunan tanggul pengendali banjir, jalan, dan jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat setempat.
Meski menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan, proses pembangunan terus dipercepat. Para pekerja bahkan melakukan pengerjaan hingga malam hari demi memastikan target penyelesaian tetap tercapai sesuai jadwal.
Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pemulihan aktivitas ekonomi yang sempat terganggu akibat bencana.
Dalam pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan unsur Forkopimda, Satgas juga menerima berbagai masukan terkait percepatan pemulihan layanan publik. Salah satu usulan yang mengemuka adalah kebutuhan perbaikan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.
Seluruh aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar proses rehabilitasi dapat berjalan lebih komprehensif dan tepat sasaran.
Di Desa Kutagaluh, Kecamatan Lawe Bulan, masyarakat mulai merasakan manfaat pembangunan tanggul dan penguatan dinding sungai yang telah dilakukan. Pemerintah desa menyampaikan apresiasi karena proyek tersebut dinilai mampu mengurangi kekhawatiran warga terhadap ancaman banjir susulan.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pembangunan kembali infrastruktur dasar menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan permanen di wilayah terdampak bencana.
"Infrastruktur seperti sungai, jalan, jembatan, sektor perdagangan, pertanian hingga hunian tetap menjadi prioritas agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara," ujar Tito.
Ia menegaskan percepatan pembangunan harus terus dilakukan agar masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas secara normal dan memperoleh rasa aman dari ancaman bencana di masa mendatang.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.